LANDAK – Calon Bupati Landak nomor urut 1 Karolin Margret Natasa bersama Calon Wakil Bupati Landak Erani melaksanakan kampanye dialogis tatap muka bersama warga Desa Mangang Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

Dalam agenda tatap muka bersama warga di Desa Mangang tersebut, Karolin turut mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat di Desa Mangang karna pada pemilu legislatif yang sudah berlangsung sebelumnya, warga masyarakat di desa tersebut sudah menyalurkan hak pilihnya dengan baik, sehingga untuk dapil 2 PDI Perjuangan masih diberikan kepercayaan dengan perolehan 6 kursi bagi anggota DPRD Landak terpilih.

“Terima kasih untuk kita semua, yang memilih yang lain tidak apa-apa, karena situasinya kemaren legislatif tentu pilihannya lebih banyak. Tetapi legislatif sudah selesai mereka sudah dilantik, dan sekarang mereka tinggal bekerja untuk membangun daerah yang kita cintai di Landak ini. Sekarang kita sudah ngomongnya Bupati dan Wakil Bupati, oleh karena itu bapak ibu yang kemarin masih tidak teguran karena pemilu legislatif mulailah betagur lagi,” ungkap Karolin.

Karolin dalam kesempatan itu juga turut mengajak warga yang hadir untuk dapat sama-sama mensukseskan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang. Ia mengatakan bahwa pemilihan ini menjadi sangat penting, karena suatu wilayah tanpa kepala daerah defenitif tentu sulit.

“Itulah yang terjadi hari ini di Landak, kita tidak ada pemimpin defenitif sehingga masyarakat kesulitan untuk mengakses pembangunan dan mengadu kepada siapa, nah bapak kandung, ibu kandungnya tidak ada, jadi pinjam dari luar,” sambung Karolin.

Karolin juga meminta kepada masyarakat untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati hendaknya dapat dicermati dengan baik, serta dapat menilai siapa yang selama ini mampu untuk memimpin Kabupaten Landak.

“Saya akan meneruskan pembangunan kita di Kabupaten Landak. Ketika situasi Covid-19 semua anggaran kita gunakan untuk pembangunan bidang kesehatan, diperioritaskan, tetapi kita bersyukur dalam situasi seperti itu, kondisi kita di Landak dalam sisi kesehatan bahkan mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan, karena penanganan COVID kita terbaik di Indonesia,” ungkap Karolin.

Karolin menambahkan, selain perioritas pembangunan dibidang kesehatan, dirinya juga terus berupaya untuk membangun dalam bidang pertanian, mengingat sebagian besar penduduk Kabupaten Landak adalah petani dan pekebun.

“Maka selama lima tahun menjabat, walaupun uang tidak ada, kita berupaya semaksimal sehingga kita membagikan 3300 alat pertanian di Kabupaten Landak. Oleh karena itu jika diijinkan oleh bapak, ibu kembali menjadi Bupati Landak, program pertanian akan menjadi perioritas bagi saya dan bapak Erani,” pungkas Karolin (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini