LANDAK – Ribuan rumah warga disejumlah daerah di Kabupaten Landak terendam banjir, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Landak sejak beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak per Kamis (23/01) tercatat ada 48 titik bencana yang terjadi meliputi 2 titik bencana tanah longsor dan 46 Titik bencana banjir.
Untuk membantu penanganan bencana yang terjadi, saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Landak telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang dimulai sejak 22 Januari 2025 hingga 22 Februari 2025.
Selain itu, Pemkab Landak juga sudah membentuk pos komando dengan berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait untuk melakukan monitoring dan pendataan terdampak bencana serta evakuasi bagi para warga terdampak.
Berdasarkan update data terbaru, saat Ini debit air semakin meningkat. Beberapa desa masih belum surut dan masih memerlukan bantuan operasional dan logistik berupa pangan dan sandang seperti selimut dan bantuan perahu untuk evakuasi warga terdampak (RED).



















