Pelempatan Bom Molotov saat prosesi pelantikan pejabat di Ketapang

KETAPANG- Wakil Bupati Ketapang Farhan, melantik dan mengambil sumpah janji 113 pejabat administratror di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang di pendopo Bupati Ketapang Selasa Pagi (25/1/2022).

Prosesi pelantikan yang semula berjalan dengan lancar tiba-tiba berubah gaduh saat salah satu yang diduga oknum ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang berinisial AR (45) melemparkan bom molotov dilingkungan pendopo Bupati Ketapang saat prosesi pelantikan.

Insiden tersebut pun sontak membuat pagawai yang berada di sekitar lokasi kejadian panik. Dimana bom molotov yang dilempar sempat mengeluarkan api.

Pasca kejadian pelaku yang diidentifikasi merupakan salah satu ASN yang bekerja di Dinas PUTR Ketapang tersebut pun langsung diamankan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja yang berada di lokasi.

AR sendiri saat ini telah diamankan ke Polres Ketapang berikut barang bukti untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pagi hari ini tadi diantara pukul 08.00 Wib hingga pukul 10.00 wib pagi tadi ada kejadian seorang laki-laki yang mendatangi aula pendopo Bupati Ketapang yang dimana pelaku tersebut melemparkan satu buah botol yang diduga bom molotov yang dilemparkan sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran dari botol yang dilemparkan. Disaat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban materil,” jelas Waka Polres Ketapang Kompol Raden Ricky.

Waka Polres Ketapang menambahkan bahwa saat ini Polisi masih mendalami motif pelaku melemparkan bom molotov tersebut.

“Untuk status dari pelaku tersebut benar merupakan ASN dari PUTR di Pemda Kabupaten Ketapang dan pelaku berinisial AR yang saat ini masih aktif,” sambung Kompol Raden Ricky.

Kompol Raden Ricky mengatakan untuk dugaan motif awal sehingga pelaku nekat melakukan tindakan tersebut diduga ada rasa kekecewaan pelaku bahwa perihal terkait adanya mutasi dilingkungan pejabat administrator pemda dimana disinyalir dari keputusan tersebut pelaku tidak terima.

“Saat ini masih dalam pengembangan apa yang menjadi motifnya, namun sepertinya ada rasa kekecewaan dari pelaku bahwa perihal terkait adanya mutasi dilingkungan pejabat administrator pemda yang mungkin dari situ pelaku tidak terima,” pungkas Kompol Raden Ricky (Red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini