
SEKADAU- Musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (MUSORKABLUB) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sekadau yang digelar di aula lantai II Kantor Bupati Sekadau berlangsung ricuh pada Selasa (15/3/2022).
Dalam Musorkablub tersebut para peserta terlibat adu argumen hingga nyaris baku pukul.
Kericuhan mulai terjadi saat pembahasaan tata tertib pemilihan Ketua Umum Koni Kabupaten Sekadau Periode 2022-2026. Peserta musyawarah terlibat silang pendapat terkait Bab VIII tentang pemilihan Ketua umum dan anggota Formatur Koni khususnya point dua yang memuat kriteria khusus calon Ketua Umum Koni Kabupaten Sekadau.
Pada point B kriteria khusus tersebut calon ketua minimal harus mendapatkan dukungan minimal 12 pengurus kabupaten cabang olahraga. Point ini lah yang menimbulkan keberatan peserta karena hanya satu calon yang memenuhi syarat, dari jumlah 34 cabor yang bernaung dibawah Koni Kabupaten Sekadau, sementara sisa empat orang bakal calon lain tidak memenuhi syarat.
Peserta rapat kemudian terlibat adu argumen yang sengit sebagian peserta meminta dukungan cabor diturunkan maksimal 20 persen dari jumlah cabor, namun ada juga tetap ngotot minta 12 dukungan cabor.
Pihak Kepolisian dari Polres Sekadau yang dipimpin Kabag OPS AKP Oloan Sihombing dibantu Kasat Sabhara AKP Damanik langsung melakukan pengamanan. Sejumlah personil kepolisian dibantu Satpol PP berusaha menenangkan peserta yang sudah emosi.
“Kami menyampaikan kepada seluruh peserta Musorkablub dalam kegiatan kita ini silahkan menyampaikan aspirasi, yang beda pendapat itu hal wajar, tapi kami dari pihak pengamanan jangan sampai menimbulkan hal-hal baru yang tidak kita inginkan, yang membuat kegiatan kita ini tidak berjalan sesuai dengan rencana,” papar Kabag OPS AKP Oloan Sihombing.
Untuk mengantisipasi situasi semakin panas, pimpinan rapat pun langsung melakukan skorsing. Pihak panitia kemudian memutuskan untuk menundak pelaksanaan Musorkablub hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
“Namanya musyawarah semua orang punya hak bicara, ada audien yang sedang bicara kemudian timbulah hal seperti ini,”ungkap pimpinan rapat Edi Firman.
Pasca di skorsing, saat ini sejumlah peserta masih melakukan konsolidasi. Pihak panitia menyerahkan keputusan selanjutnya ke Koni Provinsi (Red).


















