MELAWI – Seorang wanita tanpa identitas resahkan warga Desa Tanjung Niaga khususnya disekitaran ASDP/SDF Nanga Pinoh.
Perempuan yang tidak sadarkan diri tersebut ditemukan terbaring dilanting SDF dengan sesekali beteriak dan mengganggu aktifitas warga sekitar yang sedang melakukan bongkar muat.
Merespon laporan warga, anggota Polsek Nanga Pinoh Aipda Frengki Simpatupang dan Bripka Febriyan bertindak cepat dengan melakukan pengamanan terhadap perempuan tanpa identitas tersebut.
Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto saat dikonfirmasi membenarkan atas evakuasi dan langkah Kepolisian yang dilakukan personil Polsek Nanga Pinoh mengevakuasi seorang perempuan.
“Benar personil Polsek Nanga Pinoh Aipda Franki Simatupang bersama Bripda Febriyan telah melakukan evakuasi seorang perempuan di dermaga ASDP/ SDF Nanga Pinoh,” ujar Sigit Jum’at (02/12/2022).
Saat dilakukan evakuasi, perempuan tanpa identitas sedang terbaring lemas mengenakan jaket hitam dan rok warga merah muda, sesekali perempuan tersebut berteriak sehingga menimbulkan keresahan masyarakat yang sedang beraktivitas bongkar muat barang di dermaga.
“Aipda Frengki Simatupang bersama Bripda Febriyan berusaha menenangkan suasana menghindari sasaran terkejut dan dimungkinkan akan melompat ke sungai Melawi,” sambung Sigit.
Setelah ditenangkan, selanjutnya terhadap perempuan tersebut dilakukan evakuasi dengan menggunakan kendaraan patroli Polsek Nanga Pinoh untuk diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Sosial menginggat dugaan sementara warga tersebut merupakan ODGJ.
Sigit pun memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan personel Polsek Nanga Pinoh yang telah merespon cepat aduan masyarkat.
“Sebagai pimpinan saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan Kepolisian yang dilakukan personil Polsek Nanga Pinoh dengan sigap dan cepat menanggapi pengaduan masyarakat sehingga hal hal yang tidak diinginkan dapat dihindari,” terang Sigit.
Sigit menjelaskan saat ini identitasnya belum diketahui dan sudah ditangani pemerintah daerah Kabupaten Melawi melalui Dinas Sosial, dimana diduga wanita tersebut mengalami gangguan jiwa.
“Kami sudah melaksanakan tupoksi Kepolisian terhadap pengaduan masyarakat,mengenai penanganan lebih lanjut menjadi kewenangan pemerintah daerah Kabupaten Melawi dan instansi terkait,” pungkasnya (Selsius).



















