LANDAK – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan perusahaan perkebunan di Kabupaten Landak terus difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa. Pada tahun 2025, realisasi dana CSR bahkan didominasi oleh program perbaikan jalan dan jembatan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Social Investment Manager PT. Prima Agri Resources, Fajar Suryono, mengatakan program CSR perusahaan sebenarnya telah berjalan sejak lama tanpa adanya tekanan khusus dari pemerintah daerah. Program tersebut dirancang berdasarkan enam pilar utama.

“Program CSR kita memang sudah berjalan dari dulu. Ada enam pilar yang menjadi fokus, yaitu pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial budaya, dan lingkungan hidup,” kata Fajar.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 total realisasi CSR perusahaan mencapai sekitar Rp1,7 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk sektor infrastruktur.

“Dari Rp1,7 miliar itu, hampir Rp1,2 miliar digunakan untuk infrastruktur. Fokusnya memang di desa-desa sekitar wilayah operasional kami,” ujarnya.

Menurut Fajar, bentuk dukungan infrastruktur yang diberikan perusahaan antara lain perbaikan jalan dan jembatan. Bantuan tersebut meliputi penyediaan alat berat hingga penimbunan jalan menggunakan material latrit agar akses masyarakat menjadi lebih baik.

Selain infrastruktur, perusahaan juga menjalankan program di sektor kesehatan dan pendidikan yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

“Untuk kesehatan misalnya terkait penanganan stunting melalui pemberian makanan tambahan. Di bidang pendidikan, kami bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation untuk meningkatkan kapasitas guru-guru di sekitar wilayah operasional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa fokus pada infrastruktur tidak berarti program CSR di sektor lain dihentikan. Seluruh program tetap berjalan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Sebagian program tetap berjalan sesuai kebutuhan. Kalau memang kebutuhan itu mendesak, tentu tetap kita bantu,” tambah Fajar.

Sementara itu, Regional Head Plantation Support Landak Area, Novianto Gustiawan, mengatakan program CSR perusahaan sejatinya selaras dengan prioritas pembangunan yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Landak.

“Setiap tahun pada bulan Juli kami sudah menyusun anggaran CSR. Apa yang menjadi skala prioritas Ibu Bupati dan Pemerintah Kabupaten Landak juga selaras dengan program kami,” katanya.

Ia menjelaskan, perusahaan yang berada dalam satu wilayah operasional seperti PT Kusuma Mentari Makmur, PT Agropalanindo Utama, dan PT Pertiwi Agro Sejahtera berencana membangun jalan interkoneksi baru.
Jalan tersebut akan menghubungkan sejumlah wilayah mulai dari Dusun Paku Raya hingga Serimbuk dengan panjang sekitar 40 kilometer.

Selain itu, di wilayah operasional lainnya yang melibatkan PT Tebar Tanda Temerak dan PT Nusantara Sarana Alam, perusahaan juga merencanakan pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Temawang Bale hingga Meranti.

“Panjang jalannya hampir sekitar 60 kilometer,” ujar Novianto.

Ia menargetkan pembangunan infrastruktur tersebut dapat rampung pada 2027. Saat ini, menurutnya, proses pembangunan masih berada pada tahap pembukaan badan jalan dan pengerjaan cut and fill.

“Sekarang bodi jalan sudah terbuka, sedang proses cut and fill dan pengerasan. Diharapkan pada 2027 pengerasan sudah selesai semua,” pungkasnya (SABAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini