LANDAK – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), distribusi bahan bakar minyak (BBM), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penggunaan knalpot brong menjadi sejumlah isu yang mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Landak bersama organisasi mahasiswa dan komunitas masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Cafe Kopikoe Ngabang, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Jumat (7/8/2026), dipimpin langsung Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Landak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua GMNI Landak Ignasius Jaga beserta anggota, Ketua BEM Agustinus Hippo bersama perwakilan mahasiswa, Ketua Projek Online Ngabang Hidayat beserta anggota, serta Ketua GMKI Landak Satria.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan, Jumat Curhat merupakan ruang komunikasi terbuka antara Polri dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, maupun masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami berharap komunikasi yang aktif bersama masyarakat dapat semakin memperkuat kehadiran Polri dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Kabupaten Landak,” ujar Devi.

Ia juga mengajak seluruh peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi agar menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kepolisian.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah aktivitas PETI di Kabupaten Landak. Perwakilan BEM, Pianus Tutuk, menilai aktivitas tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan hutan hingga potensi konflik sosial.

Meski demikian, ia meminta penanganan PETI juga mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas tersebut.

“Kami berharap apabila dilakukan penertiban maupun penghentian aktivitas PETI, pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menyiapkan solusi nyata berupa lapangan pekerjaan alternatif bagi masyarakat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kapolres menegaskan Polres Landak terus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi agar masyarakat menghentikan aktivitas yang melanggar hukum.

“Selain penegakan hukum, kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat dicarikan solusi berupa alternatif pekerjaan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas tersebut,” jelasnya.

Selain persoalan PETI, mahasiswa juga menyoroti distribusi dan pelayanan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Landak. Mereka berharap penyaluran BBM dapat berlangsung tertib, transparan, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar alokasi BBM untuk Kabupaten Landak mendapat perhatian sehingga distribusi berjalan lancar.

Dalam forum yang sama, peserta juga menyampaikan masukan terkait pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih agar mampu memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha lokal.

Sementara terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peserta meminta pelaksanaannya tetap mengutamakan kualitas makanan, kandungan gizi, kebersihan, serta mekanisme penyajian.
Kasat Binmas Polres Landak menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi dan masukan yang disampaikan masyarakat.

“Polri mendukung Program MBG sebagai salah satu program pemerintah. Kami juga melihat program ini memberikan dampak positif karena membuat anak-anak lebih bersemangat datang ke sekolah,” ujarnya.

Ketua Projek Online Ngabang, Hidayat, turut menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi para pengemudi layanan daring, termasuk kesalahan pesanan yang diterima konsumen. Ia juga menyoroti masih maraknya penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Landak mengatakan pihaknya rutin melaksanakan sosialisasi, razia, dan penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Upaya ini dilakukan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta menjaga kenyamanan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penanganan knalpot brong masih menjadi tantangan karena masyarakat, khususnya kalangan remaja, dapat dengan mudah memperoleh knalpot tersebut melalui pembelian secara daring.

Pada kesempatan itu, Ketua GMKI Landak Satria juga menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur jalan dan penerangan jalan umum terus menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah Ngabang dan sekitarnya yang masih minim lampu penerangan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyampaikan usulan perbaikan jalan maupun penambahan fasilitas penerangan.

Di akhir kegiatan, AKBP Devi Ariantari mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam apabila membutuhkan kehadiran polisi atau mengetahui adanya tindak pidana maupun gangguan kamtibmas.

Kegiatan Jumat Curhat menjadi wadah bagi Polres Landak untuk memperkuat komunikasi dengan mahasiswa, komunitas, dan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Landak (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini