LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti tingginya ancaman kasus HIV/AIDS yang kini banyak menyasar kelompok usia produktif dan muda. Hal tersebut ia sampaikan saat menutup ajang Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak Tahun 2026, Sabtu (19/9/26) di Aula Besar Kantor Bupati Landak.

Karolin memaparkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025 yang memperkirakan terdapat lebih dari 564.000 orang yang hidup dengan HIV di Indonesia. Kondisi ini dinilainya sangat memprihatinkan karena sebagian besar temuan kasus baru justru terdeteksi pada kelompok usia 15 sampai dengan 24 tahun.

“Sementara penyakit ini sampai hari ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan, baru sampai pada tahap pengendalian gejala. Jika terdeteksi pada usia yang sangat muda, maka selama puluhan tahun akan bergantung pada pengobatan,” ungkap Karolin.

Di tingkat daerah, Karolin mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Landak mencatat adanya 59 kasus baru yang terdeteksi pada tahun 2025. Kasus-kasus tersebut utamanya terkonsentrasi di wilayah populasi padat seperti Kecamatan Ngabang, meski masih ditemukan pula kasus di luar kecamatan tersebut.

Untuk merespons tantangan serius itu, Karolin menekankan peran krusial para pemuda, baik yang menang maupun tidak dalam pemilihan tersebut. Ia menitipkan tugas penting agar para duta bisa berperan aktif di tengah masyarakat.

“Pertama, edukator yang menyebarkan edukasi yang benar dan berbasis fakta terkait pencegahan kepada teman sebaya di sekolah, kampus, maupun masyarakat umum. Kedua, mengikis stigma dan diskriminasi, mengajak masyarakat untuk menjauhi virus dan penyakitnya, namun bukan menjauhi orangnya,” tutur Karolin.

Lebih lanjut, peran ketiga yang disorotinya merupakan langkah preventif paling vital untuk menyelamatkan masa depan anak muda di wilayahnya.

“Ketiga adalah yang paling penting, bagaimana semua menjadi agen untuk mendorong pola hidup yang sehat, mengajak generasi muda Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Landak untuk membentengi diri dari perilaku berisiko seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba,” tegas Karolin.

Sebagai wujud komitmen pemerintah, Karolin memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak akan terus mendorong program kesehatan masyarakat. Hal tersebut mencakup perluasan akses layanan skrining atau pemeriksaan dini, serta penyediaan fasilitas pengobatan bagi para penyintas di wilayah Kabupaten Landak (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini