LANDAK – Kebakaran hebat melanda empat pintu rumah toko (ruko) di Jalan Pemuda, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (19/10/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut mengakibatkan dua korban yang merupakan karyawan yang bekerja disalah satu ruko yang itu terbakar berjenis kelamin wanita  berinisial S dan K meninggal dunia.

Pasca dilakukan evakuasi kedua korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang selanjutnya jenazah korban kemudian dibawa ke kampung halaman masing-masing di Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, untuk diserahkan kepada keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak bersama personel Polres Landak dan unsur terkait melakukan penanganan kebakaran sejak dini hari. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Petugas BPBD Landak, Suseno Caroko Hadi, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 03.20 WIB dan segera diteruskan kepada tim untuk menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 03.45 WIB, petugas BPBD mulai melakukan upaya pemadaman dengan dukungan pihak swasta yang turut membantu penanganan kebakaran.
Meski api mulai dapat dikendalikan, petugas masih harus memastikan kondisi bangunan aman dan tidak menyisakan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Hingga Senin sekitar pukul 13.00 WIB, proses pendinginan masih berlangsung. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan masih mengeluarkan asap sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pendinginan, karena ada beberapa titik yang masih mengeluarkan asap dan masih berpotensi. Jadi, kami masih berupaya di sini bersama teman-teman dari Polres untuk melakukan pendinginan,” ujar Suseno.

Selain mengantisipasi munculnya kembali api, petugas juga mewaspadai kondisi struktur bangunan yang berpotensi roboh dan membahayakan warga di sekitarnya.

Adapun dua korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut merupakan perempuan yang bekerja sebagai karyawan di salah satu ruko yang terdampak.

Keduanya berasal dari Kecamatan Meranti, tetapi dari desa yang berbeda. Korban S diketahui berasal dari Dusun Palah Parajo, Desa Kelampai Setolo. Sementara korban K berasal dari Dusun Moro Behe, Desa Meranti.

Suseno mengatakan, pihak BPBD turut mendampingi proses penanganan korban hingga jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke kampung halaman masing-masing.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Di tengah upaya petugas menangani dampak kebakaran, kehilangan dua nyawa menjadi dampak paling memilukan dari musibah yang melanda kawasan ruko di Ngabang tersebut (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini