Vidio viral terkait ruang IGD RSUD Landak kosong

LANDAK- Vidio yang menunjukan ruangan Instalasi Gawat Darurtat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Landak kosong tanpa adanya petugas yang berjaga viral di media sosial.

Vidio tersebut diunggah akun ‘Landakpusatinformasi’ dengan caption VIRAL! Warga Landak curhat tentang Pelayanan Rumah Sakit Setempat!.

Selain itu, dalam akun tersebut juga dituliskan beberapa penjelasan lainnya yang menyebutka.

‘Dalam pantauan tim, curhatan tersebut juga sudah tersebar di grup-grup Whatsapp’.

‘Sebenarnya dari dulu sudah banyak yang curhat ke Mimin terkait pelayanan di Rumah Sakit ini, terutama dari keluarga pasien yang menggunakan BPJS, mereka mengeluhkan pelayanan yang lamban bahkan ada yang mau operasi tetapi mereka sering kali beralasan dokternya selalu tidak ada atau sibuk, operasi ditunda-tunda sehingga pasien sampai meninggal dunia’

Dalam unggahan tersebut, juga dijelaskan “Berhubung ini ada bukti vidionya jadi kami memutuskan untuk membantu masyarakat menyampaikan keluhan barangkali ini bisa menjadi evaluasi terhadap pelayanan tersebut”.

Sementara itu, adapun isi dari curhatan warga tersebut mengatakan bahwa “Ugd RS landak kosong pegawai dari satpam sampai dokter dan perawat tidak ada ditempat bapak ku tgl 22 pukul 1.30 wib udah dak bernyawa menuju RS LANDAK perawat dan dokter terlebih satpam lelet lebih 15menit bapak ku baru diangkat dari mobil, lalu 24 februari tetanggaku mau lahiran, pelayanan lelet perawat sendiri dalam ugd, dokter tah kemana satpam dak mau bantu angkat pasien karena merasa satpam laki2 dia dak mau bantu angkat perempuan, sampai diruang bersalin, bidan suruh saya buka celana dalam pasien tanpa memberi sarung tangan, padahal bidan sendiri sudah menggunakan sarung tangan, dan celana dalam sudah penuh darah, saya juga tenaga kesehatan tapi tidak sekonyol mereka, ini lah anak buah c***lin yang luar biasa di RS LAN**K, CUKUP BANGG.

Saat dikonfirmasi Sri Lestari yang merupakan kerabat pasien yang mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Landak mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Kamis 24 Februari 2022 sekitar pukul 00.00 wib.

Dimana saat itu dirinya membantu merujuk pasien yang akan melakukan proses persalinan di RSUD Landak, namun sesampainya di RSUD Landak pelayanan yang diberikan RSUD Landak dianggap tidak maksimal.

“Pas datang kerumah sakit, satapam yang cewek ngambil kursi roda dijalan keluar, kan mutar akhirnya pas dijalan keluar dia bawa kursi roda, satpam yang laki-laki ini bingung, bang ambil lah bad tempat tidur yang ada rodanya itu diseret ke tempat pasien, namun satpamnya bilang tunggu kursi roda aja kak, dah lama juga kami nunggu dah datang kursi rodanya lalu si pasien masih ngerasa kencang-kencang ndak mampu berdiri, datang satpam yang cowok sudah pakai sarung tangan, jadi saya bilang bang angkat bang, abang dah pakai sarung tangan, lalu si satpam ini mengatakan saya cowok kak, saya pikir hal itu konyol kok satpam tidak mau bantu hanya alasan dia cowok tidak mau angkat cewek,” jelas Sri Lestari saat ditemui awak media Jum’at (25/2/2022).

Ia melanjutkan setalah pasien diangkat dan dipindahkan ke kursi roda tidak lama berselang datang petugas medis yang menanyakan kepada pasien terkait persalinan yang dilakukan.

“Begitu masuk ke ruang PK sibidang yang jaga langsung tanya ini dengan apa, dia tanya ke pasiennya dengan apa, pasien bingung karena pasien orang awam, bukan semua pasien tenaga kesehatan, kalau saya mau tanya dengan KPD tapi saya tidak mau jawab. Misalnya kalau ada orang mau melahirkan ini dengan apa apakah ketuban pecah dini atau pendarahan, Cuma dia tanya ke pasien bingung pasien,” sambung Sri.

Dirinya melanjutkan saat hendak keluar, ia kembali dipanggil si pasien untuk membuka celana dalam pasien yang saat itu sedang berlumuran darah.

“Saat itu saya lihat bidannya sudah pakai sarung tangan, jadi saya bilang ini sudah pakai sarung tangan ngapa kakak ndak mau buka. Jadi abis itu saya tanya kalau seperti itu ada sarung tangan kah, dia bengong tidak bilang apa-apa, lalu saya bilang sini saya buka, saya yang buka, langsung saya keluar dan saya aduka ke supir saya tentang cerita itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan setelah itu dirinya langsung dipanggil ke ruangan PK dimana saat itu dirinya diminta oleh tenaga medis terkait riwayat kronologi pasien di IGD.

“Pas saya masuk kosong semua ruangan, diruang tempat dokter dan suster duduk sama sekali tidak ada orang, ditempat pasien baring tidak ada sama sekali orang, masuk keruang pendaftaran kosong, masuk ke ruang kasir kosong, tapi saya tidak lihat di apotik, karena fokus saya dibagian itu, terus saya inisiatif merekam, saya rekam dari tempat satpam sering duduk tapi kosong tidak ada yang nunggu, sampai masuk kedalam saya rekam semua kosong sampai masuk ke IGD kosong semua tidak ada orang, sampai saya masuk ke ruang PK tidak ada yang jaga, keluarlah satpam dari ruang sebelah kanan mau menuju ke PK mungkin ruang CCTV atau ruangan apa, yang saya heran saya ketemu dia (satpam) dia tidak nanya saya ada apa tapi saya yang tanya dia, saya bilang bang adakah di ruang pendaftaran yang jaga, lalu dia bilang sebentar ya dek lalu pergi keruangan keluar lah orang yang jaga pendaftaran, lalu dia tanya mau apa kak, pada saat itu saya bilang inilah gara-gara kalian lelet saya lupa mau menyampaikan apa tapi berkas ini yang dari PK minta,” paparnya.

Lalu setelah berkas itu disiapkan sambung Sri, sang bidan tersebut sempat mengeluarkan nada yang dianggap dirinya cukup tinggi.

“Saya kan minta riwayat IGD lalu dibukanya berkas dan dia bilang oh ini ada belum dicek tapi sudah mau ngomel lah, setelah itu saya pamit kepada pasien untuk pulang, sampai saya balik pun masih kosong tidak ada orang, di IGD masih tetap kosong,” pungkasnya.

Dirinya berharap kedepan pelayanan RSUD Landak dapat semakin baik dalam penanganan pasien agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya pernah praktik kerumah sakit kalau perawatnya tidak ngangkat pasien seharusnya satpam bantu angkat bawa langsung keruangan jangan nanggu perawat keluar baru diangkat, harus sigap jangan lambat,” harapnya (Sab).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini