LANDAK – Pj. Bupati Landak Samuel, menghadiri ceramah umum Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat  Muhammad Yusuf yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Landak, Jum’at (15/09/2023).

Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Kejaksaaan Dalam Pencegahan Tipikor Dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional/Daerah” ini turut dihadiri Pj. Bupati Landak Samuel, Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Vinsensius, jajaran Forkopimda, para Staf Ahli, para Asisten dan para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Landak, para Pimpinan Instansi Vertikal, para Camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Landak, Kepala Bagian, Sekretaris OPD, Inspektur Pembantu dan Kepala Desa, serta para tamu undangan lainnya.

Samuel dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2020, Proyek Strategis Nasional adalah proyek atau program yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Kehadiran kita disini merupakan refleksi dari kesungguhan dan komitmen aparat pemerintah untuk terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta bekerja sama dan bahu membahu memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme khususnya terkait pelayanan kepada masyarakat,” ujar Samuel.

Samuel menyampaikan bahwa korupsi merupakan suatu perbuatan yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan negara dan daerah menjadi bangkrut.

“Tindak pidana korupsi termasuk ke dalam kejahatan luar biasa, yang dulu dikenal dengan nama Kejahatan Kerah Putih, dimana tindakan ini biasa dilakukan oleh kalangan orang-orang yang memiliki kedudukan dan jabatan baik di lingkup pemerintahan maupun swasta, sehingga tindakan tersebut dapat merusak tatanan,” jelas Samuel.

Karnanya Samuel mengingatkan bahwa mencegah korupsi harus dilakukan bersama-sama dan membutuhkan komitmen nyata agar korupsi dan dapat ditanggulangi dan celahnya dapat ditutup, diperlukan strategi pencegahan dengan memberikan arahan dalam upaya pencegahan, perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi, dan dengan mengubah budaya.

“Ketika budaya jujur sudah terbangun, maka satu sama lain akan saling menjaga dan mengingatkan, dan tentu komitmen ini harus kita lakukan sebab anggaran negara harus di orientasikan untuk kemaslahatan rakyat karena yang kita kelola adalah uang rakyat sehingga harus dikelola dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” tutup Samuel (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini