LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Landak melaksanakan pencanangan imunisasi japanese encephalitis (JE) dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (26/09/2023).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Pj. Bupati Landak Samuel, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Landak, dihadiri Ketua DPRD Landak, Kapolres Landak, para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, Kepala Puskesmas, Camat dan Kepala Desa, perwakilan siswa TK, SD, dan SMP, Tokoh Agama dan awak media serta tamu undangan lainnya.
Samuel dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator pembangunan manusia dan perekonomian suatu bangsa, di mana setiap orang dapat menerima kebutuhan dasarnya berupa layanan kesehatan, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif demi tercapainya status kesehatan yang lebih baik.
Dirinya mengatakan salah satu upaya preventif yaitu melalui imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit dengan memberikan “vaksin” sehingga terjadi imunitas atau kekebalan. Samuel mengatakan Imunisasi memberi manfaat jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.
“Melindungi tubuh bayi, atau anak dari serangan dan ancaman bakteri atau virus penyakit tertentu, mencegah anak dari tertular penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tertentu dan meningkatkan status kesehatan bayi atau anak yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan,” ungkap Samuel.
Samuel menambahkan bahwa pencanangan pelaksanaan imunisasi Japanese encephalitis (JE) ini bertujuan tercapainya pengendalian penyakit JE di daerah endemis dan secara khusus selain memberikan imunitas kepada anak-anak, juga sebagai upaya menurunkan angka kesakitan acute enchepalitis syndrome (AES) dan kematian oleh JE.
“Di Indonesia imunisasi JE telah terlebih dahulu dilaksanakan sejak Tahun 2016 di Provinsi Bali dan pada Tahun 2023 ini di laksanakan di provinsi Kalimantan Barat dan selanjutnya di provinsi daerah istimewa Yogyakarta,” sambung Samuel.
Ia mengatakan Japanese Encephalitis (JE) sendiri merupakan penyakit radang otak yang terjadi karena virus JE dan ditularkan oleh nyamuk culex yang menjadi penyebab radang otak yang paling sering ditemukan di wilayah asia dan beberapa negara di kawasan pasifik barat, tak terkecuali di Indonesia.
“Khususnya di Kabupaten Landak pada Tahun 2023 ditemukan ada satu kasus JE positif di Desa Tiang Tanjung Kecamatan Mempawah Hulu. Dengan adanya imunisasi JE ini yang akan di laksanakan secara massal dari tanggal 26 September sampai dengan 26 november 2023, dengan sasaran usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun,” jelasnya.
Adapun tempat pelaksanaan imunisasi JE sendiri dikatakan Samuel tersebar di Posyandu dan sekolah Paud/TK, SD, dan SMP. Dan pada Tahun 2024 akan dilanjutkan sebagai imunisasi rutin di usia 10 bulan dilaksanakan di Posyandu. Dengan harapan kesuksesasan imunisasi masal 95% terlaksana, dan tidak ada lagi kasus JE positif yang ditemukan di Kabupaten Landak.
“Untuk itu saya minta kepada stakeholder untuk bersama-sama mensosialisasikan di wilayah kewenangan tempat kerja bapak ibu agar imunisasi JE ini berjalan dengan sukses.Untuk itu perlunya komitmen dukungan pemberian imunisasi japanese encephalitis yang dicanangkan hari ini,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya imunisasi JE ini adalah tercapainya pengendalian penyakit JE di daerah endemis dan secara khusus selain memberikan imunitas kepada anak-anak juga sebagai upaya menurunkan angka kesakitan acute enchepalitas syndrome (AES) dan kematian oleh JE.
“Pelaksanaan masal imunisasi JE di Kabupaten Landak pada tanggal 26 September sampai dengan 26 November 2023. Sasaran usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun berjumlaj 98.240 jiwa (PUSDATIN). Jumlah vaksin yang telah diterima sebanyak 27.500 Vial (11.000 dosis) vaksin dan logistik pendukung pelaksanaan imunisasi massal JE bersumber dari Kementerian Kesehatan dan sudah didistribusikan ke semua puskesmas,” jelas Subanri.
Subanri juga menambahkan bahwa imunisasi massal JE ini akan dilaksanakan di satuan pendidikan TK, PAUD, SD dan SMP dan di posyandi khusus untuk sasaran bayi nalita dan sasaran diluar sekolah. Karna itu, dirinya berharap agar dengan pencanganan yang telah dilakukan dapat didukung oleh semua pihak, sehingga Kabupaten Landak dapat mencapai targer minimal 954 yang ditentukan Kementerian Kesehatan agar terbentuknya kekebalan komonitas.
“Mari kita bersama-sama mensukseskan imunisasi JE, mensosialisasikan kepada masyarakat terutana yang memiliki anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun untuk dibawa anak-anak ke pos pelanayan imunisasi JE yang disediakan oleh puskesmas di Kabupaten Landak,” pungkasnya (SAB).



















