LANDAK – PT Agro Planindo Utama (APU), anak perusahaan PT Prime Agri Resources, kembali menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di SDN 11 Semunti, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Rabu (30/9/2026).

Bantuan tersebut berupa material bangunan yang terdiri dari 10 sak semen dan 3.000 buah batako. Bantuan diserahkan Asisten CSR Andrianus, didampingi Benediktus Ag Pabayo, dan diterima pihak sekolah.

Andrianus mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah pihak perusahaan mengetahui kondisi sarana dan prasarana SDN 11 Semunti yang masih membutuhkan perhatian.

“Kami mendengar kondisi sekolah ini dan melihat memang masih banyak yang perlu dibenahi. Bantuan yang kami berikan memang sesuai kemampuan perusahaan melalui program CSR,” ujar Andrianus.

Menurutnya, material tersebut awalnya direncanakan untuk pembangunan pagar sekolah. Namun, pihak sekolah dapat menggunakannya untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak.

“Kalau ada kebutuhan yang lebih urgen, material ini silakan digunakan sesuai kebutuhan sekolah. Misalnya untuk pembangunan WC atau fasilitas lainnya,” katanya.

Andrianus menambahkan, PT APU akan terus memantau kebutuhan sekolah tersebut. Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya perusahaan dapat kembali memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan kemampuan program CSR.

“Kami tidak akan menutup mata. Ke depan akan tetap kami pantau. Mudah-mudahan pada tahun berikutnya kami bisa memberikan bantuan lain yang memang dibutuhkan sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu guru SDN 11 Semunti, Veleria, mengapresiasi bantuan yang diberikan PT APU. Menurutnya, material tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan pagar sekolah.

“Rencananya bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan pagar sekolah. Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Veleria.

Ia mengatakan, keberadaan pagar menjadi salah satu kebutuhan sekolah yang selama ini belum terpenuhi. Veleria berharap perhatian perusahaan terhadap kondisi sekolah dapat terus berlanjut.

Selain pagar, Veleria menyebut sekolah masih membutuhkan perbaikan perpustakaan, pembangunan toilet, serta fasilitas air bersih.

“Perpustakaan kami juga sudah agak rusak. Selain itu, sekolah belum memiliki WC yang memadai. Kami juga membutuhkan air bersih, karena siswa kesulitan ketika hendak buang air,” ujarnya.

Veleria berharap dukungan dari perusahaan dapat membantu meningkatkan kondisi sarana dan prasarana sekolah sehingga proses belajar mengajar bagi siswa dapat berlangsung lebih nyaman (SABAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini