LANDAK – Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Landak menggelar sosialisasi ke SMA/SMK sederajat di Kabupaten Landak untuk mengenalkan Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi negeri yang menawarkan sistem perkuliahan fleksibel dan terjangkau. Didukung UT Pontianak, kegiatan ini telah menyasar 21 sekolah di wilayah Ngabang, Mandor, Sengah Temila, Menyuke Hulu, dan Jelimpo.
Kepala SALUT Landak, L. Sahat Tinambunan, menyampaikan bahwa kunjungan ke sekolah-sekolah lain di kecamatan berbeda juga akan segera dilakukan.
“Untuk sekolah-sekolah di kecamatan lainnya, dalam waktu dekat juga akan dikunjungi oleh tim sosialisasi,” ujarnya.
Menurut Sahat, sosialisasi difokuskan kepada siswa kelas XII agar mereka memperoleh informasi yang cukup mengenai pilihan perguruan tinggi setelah lulus. Ia menegaskan bahwa UT—sebagai perguruan tinggi negeri berakreditasi A—menawarkan sistem kuliah daring yang memungkinkan mahasiswa belajar dari mana saja tanpa mengganggu aktivitas kerja. Biaya kuliah pun terjangkau, berkisar Rp1,5–2,3 juta per semester termasuk buku paket.
“Melalui sosialisasi ini, para siswa mengetahui bahwa ada perguruan tinggi negeri dengan perkuliahan fleksibel dan biaya terjangkau. Di era serba online, kuliah pun dapat dilakukan melalui Tutorial Online (Tuton). Mahasiswa dapat belajar, berdiskusi, dan mengerjakan tugas dari pagi hingga malam sesuai batas waktu. Ini sangat mendukung mereka yang ingin sambil bekerja,” jelasnya.
Sahat juga menegaskan bahwa dengan legalitas UT sebagai kampus negeri berakreditasi A serta biaya kuliah sekitar dua jutaan per semester, kesempatan meraih gelar sarjana semakin terbuka bagi semua kalangan.
“Yang terpenting adalah tekad dan semangat. UT membuka kesempatan kuliah untuk siapa saja yang memiliki ijazah SMA sederajat, termasuk Paket C. Jangan takut kuliah—selama ada internet, semua bisa kuliah. Harapannya, teman-teman di pelosok yang terkendala waktu tetap punya kesempatan melanjutkan pendidikan,” tambahnya.
UT menawarkan sejumlah fakultas, di antaranya FKIP, FEB, FST, dan FHISIP dengan berbagai program studi. Sahat menutup penjelasan dengan menegaskan bahwa UT tidak menerapkan tes masuk.
“Yang penting memiliki ijazah SMA sederajat. Tahun lulus tidak dibatasi. Khusus Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), syarat tambahan hanya mampu membaca Al-Qur’an,” tutupnya (RED).



















