LANDAK – Pusat Studi Tata Kelola dan Manajemen Teknologi Informasi (GMIT) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melaksanakan survei untuk menganalisis peta kekuatan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dalam rangka Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang.
Tim peneliti UKSW Salatiga, Jawa Tengah Dr Royke R. Siahainenia mengatakan berdasarkan hasil penelitian awal GMIT UKSW Salatiga mengidentifikasi beberapa tokoh potensial yang akan maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Landak untuk periode 2024-2029. Untuk mengukur preferensi dan tingkat elektabilitas masyarakat terhadap calon-calon tersebut, GMIT UKSW Salatiga melakukan survei pada 17-26 Mei 2024.
“Survei ini didasarkan pada populasi Daftar Pemilih Tetap di Kabupaten Landak pada pemilu 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling, menghasilkan sampel sebanyak 2.113 warga Kabupaten Landak yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, tersebar secara proporsional di 13 kecamatan di Kabupaten Landak. Survei ini memiliki margin of error ±2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen,” jelas Royke R. Siahainenia.
Royke menambahkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan platform kuisioner digital G-Form, didukung oleh teknologi informasi untuk memastikan kecepatan dan akurasi data.
Dari penelitian awal, teridentifikasi beberapa nama tokoh yang berpotensi dan memiliki popularitas untuk maju sebagai calon bupati Kabupaten Landak diantaranya
1. Heri Saman, SH., MH. (Ketua DPRD Kabupaten Landak) sebesar 54,13 persen
2. dr. Karolin Margaret Natasa, MH. (Mantan Bupati Landak Periode 2017-2022), sebesar 27,14 persen.
3. Vinsensius, S.Sos., MMA (Sekretaris Daerah Kabupaten Landak) sebesar 12,44 persen
4. Yulius Aho (Pengusaha), sebesar 8,16 persen.
Dalam uji akseptabilitas masyarakat terhadap tokoh-tokoh tersebut, hasil survei menunjukkan:
1. Heri Saman, SH., MH. memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 54,68 persen.
2. dr. Karolin Margaret Natasa, MH. memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 25,03 persen.
3. Vinsensius, S.Sos., MMA memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 10,83 persen.
4. Yulius Aho memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 7,35 persen.
Royke melanjutkan dalam uji tingkat keterpilihan (elektabilitas) calon bupati ketika diajukan pertanyaan tertutup kepada responden mengenai siapa yang akan dipilih dalam Pilkada Kabupaten Landak 2024, hasilnya adalah:
1. Heri Saman, SH., MH. memiliki tingkat keterpilihan sebesar 54,23 persen.
2. dr. Karolin Margaret Natasa, MH. memiliki tingkat keterpilihan sebesar 25,83 persen.
3. Vinsensius, S.Sos., MMA memiliki tingkat keterpilihan sebesar 10,98 persen.
4. Yulius Aho memiliki tingkat keterpilihan sebesar 8,96 persen.
Selanjutnya Royke memaparkan bahwa survei ini juga mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi pilihan masyarakat, termasuk rekam jejak, program kerja yang ditawarkan, dan persepsi masyarakat terhadap integritas dan kompetensi para calon.
“Selain itu, survei ini menemukan bahwa sebagian besar responden menginginkan pemimpin yang memiliki visi jelas untuk memajukan Kabupaten Landak dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya (RED).



















