Ilustrasi penculikan anak (FOTO/Net)

LANDAK – Warga Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dihebohkan dengan adanya isu percobaan penculikan terhadap seorang warga pada Senin (05/12/2022).

Kejadian tersebut pun sempat viral di media sosial serta membuat kegaduhan ditengah masyarakat.

Menanggapi isu yang beredar tersebut, Kapolres Landak AKBP Stevy Frits Pattiasina melalui Kasat Reskrim Polres Landak AKP Anuar Syarifudin mengatakan sebanyak tiga orang yang diduga hendak menculik anak gadis sudah diserahkan ke Polres Landak untuk dimintai keterangan.

Anuar mengatakan dari keterangan yang diperoleh dari ketiga orang tetsebut, ketiganya merupakan penjual kasur dan bukan penculik anak.

“Mereka hanya berjualan keliling jadi kami tegaskan hal ini tidak benar kebenaran informasi dugaan upaya penculikan tersebut baru sebatas isu dimasyarakat dan ketiga orang penjual kasur tersebut awalnya diteriakin oleh warga sebagai penculik anak gadis,” ungkap Anuar.

Anuar berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi anarkis dan jika ada kejadian serupa untuk dapat segera diserahkan ke pengurus desa dan disampaikan ke pihak Kepolisian.

“Kejadian kemarin memang benar sempat heboh, namun dengan cepat ditindaklanjuti dan untuk para penjual kasur yang diteriaki sebagai penculik anak gadis, telah dimintai keterangan, serta tidak ingin memperpanjang permasalahan walau sebelumnya sempat menjadi sasaran warga karena dicurigai sebagai penculik anak gadis,” tambahnya.

Anuar Syarifudin menjelaskan bahwa sebelumnya ada warga yang mengaku menjadi korban upaya penculikan dari pedagang kasur keliling. Kejadian tersebut heboh di media sosial yang menyatakan lokasi kejadian di Desa Senakin.

“Namun setelah kami amankan yang diduga pelaku tersebut ternyata bukan penculik dan yang membuat heboh tersebut karena ada pihak lain yang membuat isu bahwa mereka adalah penculik sehingga warga kampung mudah percaya,” ungkapnya

Atas kejadian itu, dirinya meminta agar masayarakat jangan mudah percaya dengan isu atau ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga melakukan perbuatan anarkis dan main hakim sendiri.

“Pedagang kasur yang dicurigai sebagai pelaku penculikan tersebut, tidak mau memperpanjang masalah ini walau sempat menjadi sasaran amukan warga, sehingga kami pulangkan sesuai permintaannya sendiri,” pungkasnya (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini