LANDAK – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Landak terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Landak per 20 November 2023 jumlah kasus DBD per Kecamatan di Kabupaten Landak mencakup 141 kasus di Kecamatan Ngabang, 84 kasus di Kecamatan Menyuke, 60 kasus di Kecamatan Sengah Temila, 51 kasus di Kecamatan Mempawah Hulu 31 kasus di Kecamatan Menjalin, 26 kasus di Kecamatan Sebangki, 23 kasus di Kecamatan Banyuke Hulu, 19 kasus di Kecamatan Meranti, 18 kasus Kecamatan Jelimpo, 15 kasus di Kecamatan Air Besar, 14 kasus di Kecamatan Mandor, 13 kasus di Kecamatan Kuala Behe dan 3 kasus di Kecamatan Sompak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Pius Edwin menerangkan dengan semakin banyaknya kasus DBD yang terjadi pihaknya saat ini terus mengintensifkan upaya fogging atau pengasapan dibeberapa wilayah sebaran kasus yang terjadi.

“Fogging tidak menyelesaikan masalah, namun ada beberapa cara juga yang bisa kita lakukan diantaranya dengan gerakan 3M, selain itu edukasi ke masyarakat dan penyuluhan untuk menjaga kebersihan lingkungan juga penting dilakukan,” jelas Pius Selasa (22/11/2023).

Ia menambahkan meski angka kasus DBD di Kabupaten Landak terus mengalami peningkatan namun pihaknya hingga saat ini masih menunggu surat edaran dari Bupati untuk penetapan status KLB. Sementara disinggung terkait beredarnya foto yang menunjukan terkait membludaknya pasien yang dirawat di RSUD Landak beberapa waktu terakhir dirinya mengatakan bahwa pasien-pasien yang masuk tersebut terlebih dahulu dilakukan observasi untuk mengetahui apakah pasien tersebut positif DBD atau tidak.

“Karena orang masuk ke rumah sakit ini kan dengan keluhan mirip dengan DBD. Tapi nanti diagnosa keluar kan belum tentu
DBD berarti itu bukan pasien DBD tapi pasien observasi DBD dengan keluhan yang mungkin mirip,” jelasnya.

Pius menambahkan untuk menekan agar kasus DBD di wilayah Kabupaten Landak tidak semakin meluas diperlukan juga kesadaran bersama untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, baik dirumah maupun di lingkungan sekolah dengan melakukan langkah-langkah 3M serta penggunaan racun nyamuk sebagai langkah antisipasi dini.

“Dijeda-jeda waktu boleh nyalakan obat anti nyamuk, mau elektrika, mau bakar terserah tergantung aktivitas ya pakai anti nyamuk lotion, apalagi anak-anak pakai pakaian panjang. Pagi dan sore anak-anak pakai kaos kaki yang sampai lutut. Kalau anak sekolah itu pakai celana panjang baik laki maupun perempuan untuk mengurangi area gigitan nyamuk,” pungksnya (SABAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini