MANDOR – Sudah tiga hari pabrik milik PT. Gunung Rinjuang Sejahtera (GRS) di Desa Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak tutup dan tidak beroperasi.

Penutupan tersebut dilakukan oleh oknum eks karyawan perusahaan yang menyebabkan pabrik tidak dapat beroperasi. Setelah dilakukan ritual adat dan mediasi akhirnya pabrik dapat beroperasi kembali pada Jum’at (14/04).

Pelaksanaan ritual adat pun mendapat pengamanan langsung dari anggota Kepolisian Polres Landak yang dipimpin langsung Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan.

Kegiatan ritual adat tersebut juga turut dihadiri Forkopimcam Kecamatan Mandor, Ketua DAD, Temanggung Desa Selutung dan Desa Kayu Ara, Kepala Desa Selutung, pihak pabrik, karyawan serta masyarakat disekitar area pabrik.

Kapolres Landak mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan petani sawit, masyarakat serta pihak pabrik yang mana dengan adanya penutupan yang dilakukan secara sepihak oleh oknum tertentu sehingga berdampak luas pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami ingin menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Landak apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak serta menghindari bentrokan antar kelompok masyarakat,” ucap Kapolres.

Nyoman menegaskan bahwa jika ada permasalahan segera laporkan pada pihaknya dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain apalagi sampai melanggar hukum.

“Kami akan sesegera mungkin melakukan pemanggilan berbagai pihak terkait permasalahan ini agar masing – masing pihak dapat menyelesaikan permasalahan ini secara arif dan bijaksana,” sambung Kapolres.

Sementara itu, Camat Mandor Arjudin mengatakan langkah ini dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Forkopimcam Kecamatan Mandor dengan pihak manajemen pabrik berberapa waktu lalu.

“Saya berharap kejadian ini tidak lagi terulang, jika ada permasalahan pihak perusahan harus segera mungkin menyelesaikan dengan baik, jika ada hambatan segera komunikasikan dengan kami,” ucap Arjudin.

Disisi lainnya salah satu masyarakat sekitar mengaku bahwa dirinya menyambut baik apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian serta apartur setempat dimana dengan dibukanya kembali pabrik ini pihaknya dapat menjual hasil panennya.

“Kami jual pada tengkulak harga sangat jauh berbeda, biaya operasional bertambah namun dengan dibukanya pabrik ini kami dapat mudah menjual hasil panen kami lagi, terima kasih kepada aparat Kepolisian dan pemerintah kecamatan yang sudah membantu proses pembukaan pagar ini sehingga berjalan aman, baik dan lancar,” pungkasnya (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini