LANDAK – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak Margareta menghadiri Focus Group Discussion (FGD) penyususnan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Landak Tahun 2025-2045 yang dilaksanakan di aula Kantor BAPPEDA Kabupaten Landak. Senin, (13/11/2023).

Kegiatan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi C DPRD Landak, Kepala OPD se-Kabupaten Landak beserta staf, Camat se-Kabupaten Landak, Kepala BUMN,BUMD, dan swasta, serta tamu undangan lainnya.

“Tadi kita sudah mendengar capaian di Kabupaten Landak. Kita berbicara tentang RPJPD ini apalagi dalam jangka waktu yang sangat panjang, pastinya kita mempunyai angan-angan atau cita-cita untuk Kabupaten Landak kedepannya seperti apa. Dalam agenda hari ini FGD terfokus pada ranahnya Komisi C DPRD Landak, maka dari itu kami Komisi C DPRD Landak menyampaikan beberapa hal yang nanti boleh menjadi bahan diskusi yaitu yang pertama untuk rencana kedepannya pembangunan dua jalur jalan raya yang ada di Kota Ngabang sendiri, kemudian yang kedua bagaimana cara meningkatkan PAD Kabupaten Landak khususnya untuk event-event yang akan dilaksanakan di Kota Ngabang dan pengembangan objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Landak serta yang terakhir bagaimana caranya kedepan demam berdarah atau DBD ini dapat diupayakan untuk pemberian vaksin gratis di mana DBD juga memiliki vaksinasi seperti JE (Japanese Ensephalitis) yang sudah dicanangkn beberapa bulan yang lalu yaitu vaksinasi,” ujar Margareta.

Margareta dalam kesempatan itu juga mengatakan bahwa Kabupaten Landak menjadi Kabupaten nomor 1 KLB Rabies se-Kalimantar Barat.

“Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Landak menempati posisi pertama kasus rabies se-Kalimantan Barat dan yang kedua kita dihadapkan dengan kasus DBD, dan DBD ini pastinya menjadi hal yang menakutkan setiap tahunnya terutama pada musim penghujan, kira-kira apa yang akan kita laksanakan kedepannya untuk dapat mengurangi angka DBD, di mana pada data hari kamis yang lalu rapat kerja Komisi C DPRD Landak dengan Dinas Kesehatan Landak dan RSUD Landak, ini sudah terdapat 148 kasus DBD dan 9 orang meninggal dunia,” sambung Margareta.

Selain itu, Margaret juga menegaskan Pendidikan di Kabupaten Landak masih sangat perlu diperhatikan.

“Mengenai pendidikan di Kabupaten Landak perlu sekali untuk memperhatikan jumlah anak wajib belajar menuju 9 tahun – 12 tahun, hal ini dilakukan jangan sampai nanti sudah sekolah hanya sampai tamatan SMP saja,” pungkas Margareta (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini