LANDAK – Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Landak, seorang remaja putra yang masih duduk dibangku SMP di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak meninggal dunia diduga akibat digigit anjing rabies.
Korban dinyatakan meninggal dunia, pada Kamis (25/04) sekitar pukul 14.05 WIB setelah mendapat perawatan sejak, Selasa (23/04).
Plt Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSUD Landak dr Kresensia Novica LY menyampaikan, saat pertama masuk rumah sakit untuk mendapat perawatan, korban telah mengalami sesak napas, batuk-batuk, tidak mampu menelan, gelisah, takut pada cahaya dan air.
“Setelah ditanya-tanya (pada pihak keluarga) pasien ini pernah digigit anjing, ada yang mengatakan bulan 11 ada yang mengatakan bulan 12 (Tahun 2023), saya tidak tau pasti, tetapi memang ada bekas gigitan,” jelasnya.
Namun menurutnya, saat awal masuk rumah sakit pada Selasa lalu, kondisi luka bekas gigitan pada korban sudah dalam keadaan kering.
Novica menyebut, dari keterangan pihak keluarga, korban yang diketahui tidak tinggal bersama orangtuanya karena bersekolah di Kecamatan Ngabang ini, diduga tidak memberitahu pihak keluarga usai digigit anjing.
“Pasien ini waktu tergigit anjingnya dia tidak memberitahu, jadi tidak ada penanganan untuk cuci luka, atau ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan klinis, Novica menyebut memang mengarah pada gejala rabies (RED).



















