LANDAK – Sebanyak 111 mahasiswa baru Universitas Terbuka Landak mengikuti kegiatan penguatan kapasitas dan keterampilan belajar daring yang digelar oleh Sentra Layanan UT (SALUT) Landak di aula Kantor Bupati Landak, Jumat (14/03/2025).
Selain dihadiri mahasiswa dari Universitas Terbuka Kabupaten Landak, kegiatan penguatan kapasitas dan keterampilan belajar daring ini juga turut menghadirkan narasumber dari Pj. Sekda Landak Heri Adiwijaya, serta Direktur UT Pontianak Romi Siswanto, Penanggung Jawab UT Kabupaten Landak Asti Jayanti serta Kepala SALUT Landak L. Sahat Tinambunan.
Direktur UT Pontianak Romi Siswanto mengatakan kehadiran SALUT di Kabupaten Landak diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi mahasiswa untuk berkuliah di Universitas Terbuka.
“Sekarang Universitas Terbuka memiliki lembaga didaerah-daerah itu namanya Sentra Layanan UT (SALUT) yang resmi. Jadi lembaga-lembaga lain yang mengatasnamakan UT itu ilegal. Dulu kita memang berbasis pokjar, sekarang tidak ada lagi pokjar sehingga keberadaan SALUT ini merupakan lembaga yang resmi, untuk di Landak Kepala Salut adalah pak L. Sahat Tinambunan,” jelas Romi Siswanto.
Romi mengatakan bahwa pengembangan kapasitas dan keterampilan belajar daring sendiri merupakan pra orientasi kepada mahasiswa baru di Universitas Terbuka, yang merupakan inisiasi dari Sentra Layanan UT pimpinan L. Sahat Tinambunan, sehingga melalui adanya kegiatan ini, diharapkan kedepan mahasiswa dapat mengimplementasikan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan baik.
“Sangat pentingnya adalah terkait tentang bagaimana nanti pembelajaran yang dilakukan oleh UT. Karena hal ini merupakan hal yang baru buat mereka, misalnya ada yang namanya learning management sistem (LMS) dengan e-learning sistem kita, lebih mendalam nanti diajarkan disini, sehingga saat implementasi pada pembelajaran mereka sudah tidak bingung lagi,” sambung Romi.
Sementara itu, Pj. Sekda Landak Heri Adiwijaya dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi Sentra Layanan UT (SALUT) Landak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Heri mengatakan bahwa mahasiswa merupakan satu elemen penting dalam pembangunan bangsa termasuk dalam konteks pembangunan daerah dan bela negara. Sebagai agen perubahan, mahasiswa memiliki kapasitas untuk menggerakan perubahan sosial, ekonomi dan budaya ditengah masyarakat dimana peran ini, sangat relevan mengingat jaman yang semakin kompleks baik ditingkat nasional maupun daerah.
“Saya pikir semakin banyaknya masyarakat Landak yang berkuliah dan menjadi mahasiswa khususnya di UT ini, tentunya sangat membangun dalam indek pembangunan manusia di Kabupaten Landak,” pungkas Heri Adiwijaya (SABAT).



















