LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak, melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak bekerjasama dengan perum Bulog Kanwil Kalbar dan Badan Pangan Nasional menggelar kegiatan gerakan pangan murah dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang besar keagamaan nasional puasa dan idul fitri Tahun 2025.
Kegiatan gerakan pangan murah yang digelar dihalaman Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak ini, dibuka langsung Bupati Landak Karolin Margret Natasa, dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak Sahbirin, perum Bulog Kalimantan Barat, perwakilan Kapolres Landak, perwakilan Dandim 1210/LDK, Kepala BPS, para Kepala Dinas di Pemerintahan Kabupaten Landak, serta Camat Ngabang.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak Sahbirin mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan pangan murah ini untuk menjaga tingkat inflasi di Kabupaten Landak serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pokok pangan ditingkat konsumen maupun tingkat produsen.
“Selain itu, kegiatan ini untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat terkait dengan ketersediaan pangan. Oleh karena itu, pada kesempatan gerakan pangan murah pagi ini kami menjual 23 komoditi hampir semua yang diperlukan oleh ibu-ibu ada hari ini,” ungkap Sahbirin, Senin (17/03/2025).
Sahbirin menambahkan adapun 23 komiditi yang dijual pada gerakan pangan murah ini mencakup beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, kacang tanah, terigu, daging beku, bakso, buah-buahan dengan berbagai jenis, sayur mayur, cabai, serta ikan lele dan ikan nila.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk berbelanja dengan tertib, tidak dorong-dorongan supaya berbelanjanya lebih enak dan bisa memilih. Jangan main borong bagi juga dengan yang lain,” pesan Sahbirin.
Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang membuka kegiatan gerakan pangan murah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mengendalikan inflasi.
“Kegiatan pada hari ini adalah gerakan pangan murah, bekerjasama baik itu Provinsi maupun bulog. Ini sistemnya subsidi dari APBD Kabupaten Landak tidak gratis. Kita jual lebih murah sedikit dari harga pasar,” jelas Karolin.
Melalui kegiatan gerakan pangan murah ini, Karolin berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta dapat mengendalikan inflasi terutama menjelang hari raya idul fitri.
“Jika menjelang hari H nanti ada hal-hal khusus, misalnya telur, daging dan beras mendadak naik maka akan ada gerakan pangan khusus untuk hal-hal yang itu tadi. Maka itu disebut dengan operasi pasar,” sambung Karolin
Karolin dalam kesempatan itu, juga turun langsung untuk melayani para warga yang berbelanja. Ia mengatakan dengan turun langsung melayani masyarakat dirinya bisa mengetahui harga harga-harga barang yang dijual.
“Dengan kita berdialog langsung dengan masyarakat kita bisa tahu harga, kualitas barang yang dijual kita sudah cek dan semua dalam kondisi baik,” pungkasnya (SABAT).



















