LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah terhadap pasokan energi global.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan imbauan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang meminta seluruh daerah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, meskipun hingga saat ini belum ada kebijakan teknis yang secara rinci dikeluarkan oleh pemerintah.

“Imbauan sementara dari Bapak Presiden adalah kita bersiap untuk situasi yang terburuk. Walaupun secara mendetail dari pemerintah pusat belum ada arahan, namun dari beberapa negara tetangga yang sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakatnya tentu menjadi salah satu bahan pertimbangan kita,” ujar Karolin, Senin (16/03/2026).

Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi ketersediaan energi, termasuk BBM.

Karolin berharap situasi konflik yang terjadi dapat segera mereda sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia. Namun demikian, pemerintah daerah tetap mendorong masyarakat agar mulai membiasakan penggunaan BBM secara bijak.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi supaya kita waspada. Baiknya kita juga bersiap seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini terus berupaya mencari berbagai solusi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional, termasuk menjajaki sumber energi alternatif dan membuka peluang kerja sama dengan negara penghasil minyak lainnya.

“Pemerintah sedang berupaya mencari berbagai sumber energi lain, alternatif-alternatif lain sedang dikaji dan dibahas. Tentu tidak ada yang berharap terjadi situasi kelangkaan,” jelasnya.

Karolin juga menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintah pusat akan mengambil langkah terbaik untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, meskipun terjadi dinamika geopolitik global.

“Di dunia ini banyak negara penghasil minyak lainnya. Ini yang sedang dijajaki dan diupayakan oleh pemerintah kita agar pasokan tetap terjaga apabila terjadi pengurangan dari wilayah Timur Tengah,” pungkasnya (SABAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini