LANDAK- Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Landak siap melaksanakan Vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 Tahun yang akan dimulai serentak pada Selasa (18/1/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri mengatakan, adapun tahapan awal Vaksinasi yang akan dilaksnakan bagi anak usia 6 hingga 11 Tahun tersebut dilakukan di tiga Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Ngabang.
“Kita sudah siap, besok tanggal 18 Januari 2022 secara serentak dilaksanakan di seluruh Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Landak sendiri sudah menyiapkan 500 sasaran untuk besok. 500 sasaran tersebut terdiri atas 3 sekolah yaitu SDN 1 Ngabang terdiri 170 sasaran dengan tim Vaksinator dari Armed, kemudian kedua SDN 10 Ngabang dengan 200 sasaran, tim Vaksinator dari Dinkes dan Puskesmas Ngabang dan SD Maniamas Ngabang 130 sasaran dengan tim Vaksinator dari Polres Landak, itu untuk awal dulu, nanti akan dilakukan untuk keseluruhan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Subanri.
Subanri juga meminta pada saat pelaksanaan Vaksinasi, anak-anak yang akan mendapatkan suntikan Vaksinasi wajib mendapat mendapat pendampingan langsung dari para orang tua.
“Nanti ada mengisi format, apakah orang tua setuju atau tidak anaknya divaksin nanti kita suruh isi format dulu. Kalau orang tua tidak setuju kita juga tidak bisa paksakan,” sambung Subanri.
Adapun syarat-syarat yang harus dibawa orang tua saat pelaksanaan Vaksinasi nantinya mencakup Kartu Identitas Anak (KIA), jika anak belum memiliki KIA, orang tua diminta untuk dapat membawa kartu keluarga sebagai syarat Vaksinasi.
“Pelaksanaan Vaksinasi berikutnya nanti kita tinggal menunggu distribusi Vaksin dari Provinsi, itu target kita nanti ribuan pada anak-anak,” ungkap Subanri.
Subanri juga menghimbau sebelum pelaksanaan Vaksinasi diberikan kepada anak, anak-anak penerima Vaksinasi untuk diminta menjaga kesehatan tubuh, dengan istrirahat yang cukup, serta dapat mengkonsumsi makan-makanan yang sehat.
“Jangan nanti pada saat diskrining kondisi tubuh tidak sehat sehingga pelaksanaan Vaksinasi menjadi batal,” pungkas Subanri (Sab).



















