
NGABANG- Beberapa hari terakhir masyarakat khususnya yang bermukim dibantaran aliran sungai Landak digegerkan dengan kemunculan buaya di Dusun Tanjung, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.
Buaya jenis katak yang memiliki panjang hingga 3 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 100 kilo tersebut dikabarkan sudah menampakan dirinya beberapa kali di lokasi pesisir keresik bunting Dusun Tanjung.
Agar tidak membahayakan warga sekitar, masyarakat setempat pun menggelar ritual buang-buang (dalam bahasa Melayu Ngabang) yang dilakukan oleh Pak Itam panggilan warga setempat.
Pak Itam saat ditemui awak media dilokasi hulu tempat sering munculnya buaya tersebut menurutkan adapun ritual buang-buang yang dilaksanakan warga tersebut dengan menggunakan sejumlah alat media peraga diantaranya telur ayam, ayam hidup, pisang, kapur sirih, rokok, beras kuning dan peretih (padi yang digoreng).
“Menurut kepercayaan disini buaya tersebut muncul ke permukaan karena aktifitas masyarakat di sungai sering menepuk air dengan tangan. Jadi menurut kepercayaan itu tidak boleh maka dia (buaya) datang, artinya kalau menepuk air tersebut memberi dia makan sedangkan makananya tidak ada,” papar Pak Itam Senin (6/6/2022).
Disisi lainnya Pak Itam turut menepis sejumlah isu yang beredar luas ditengah masyarakat terkait kemunculan buaya tersebut akibat telurnya diambil oleh warga sekitar.
“Kalau informasi yang mengatakan bahwa telur buaya ini diambil warga itu tidak benar,” sambungnya.
Sejauh ini menurut dirinya kemunculan buaya yang sering menampakan dirinya tersebut baru satu ekor.
“Dipastikan dari awal dia datang sampai sekarang baru 1 ekor yang muncul,” ujarnya.
Dengan adanya kemunculan buaya tersebut, Kepala Dusun Tanjung Haikal meminta agar warga dapat meminimalisir aktifitas disungai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kemunculan buaya ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir, jadi kami himbau warga agar kalau mandi ke sungai jangan menceburkan diri kedalam sungai, tetapi gunakan gayung,” paparnya.
Akibat kemunculan buaya tersebut, dikatakan Haikal membuat warga pun menjadi resah dan was-was untuk melakukan aktivitas disungai.
“Kemunculannya terjadi berulang-ulang kali sehingga membuat warga khawatir,” pungkasnya (Sab).


















