LANDAK – PT Prime Agri Resources (PAR) bersama anak perusahaannya, PT Pertiwi Agro Sejahtera (PAS), kembali menunjukkan komitmen sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan. Bantuan berupa material untuk rehabilitasi ruang kelas disalurkan kepada SDN 04 Paku Raya, Kecamatan Kuala Behe.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Asisten CSR PT PAS, Andrianus, didampingi Benediktus Ag Pabayo, dan diterima langsung oleh perwakilan guru SDN 04 Paku Raya.
Andrianus menjelaskan bahwa program CSR perusahaan salah satunya difokuskan pada sektor pendidikan, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Bantuan yang diberikan telah melalui proses asesmen agar sesuai dengan kebutuhan sekolah.
“Bantuan yang disalurkan berupa batako, pasir, papan tulis, hingga lemari. Semua disesuaikan dengan kebutuhan sekolah setelah dilakukan peninjauan sebelumnya,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Rabu (22/04/2026).
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan di sekolah tersebut. Selain itu, ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan masyarakat sekitar.
“Melalui CSR ini, kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan juga hadir untuk masyarakat, baik melalui sektor pendidikan, infrastruktur, maupun program lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan guru SDN 04 Paku Raya, Arifin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PT PAR–PT PAS. Ia berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Sebelumnya kami juga pernah menerima bantuan berupa bangku dan meja. Semoga dukungan ini terus berlanjut agar kondisi sekolah kami bisa semakin baik,” ungkapnya.
Ia juga berharap ke depan masih ada perhatian terhadap berbagai kebutuhan sekolah yang belum terpenuhi, mengingat kondisi sarana dan prasarana yang masih memerlukan pembenahan.
Program CSR ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan (SABAT).



















