NGABANG – Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Landak terendam banjir. Diantara wilayah terdampak banjir terjadi di Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo yang membuat sejumlah tumah warga terendam banjir, Minggu (12/03/2023).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolsek Ngabang Kompol Wahyu Hartono mengatakan dirinya telah memerintahkan anggota Bhabinkamtibmas Desa didua Kecamatan diantaranya Ngabang dan Jelimpo untuk bergerak cepat merespon dan melakukan monitoring dibeberapa lokasi yang terjadi banjir diwilayah desa binaannya.
“Seperti yang berhasil kami himpun yang terjadi dipemukiman warga jalan poros atau jembatan penghubung menuju Dusun pesayangan sekitar 70 cm, halaman beberapa rumah warga sekitar 20 – 50 cm, rumah yang terdampak banjir diperkirakan ada 40 buah dengan ketinggian air didalam rumah warga 15 – 25 cm,” jelas Kapolsek.
Selain itu, lanjut Kapolsek banjir juga merendam pemukiman warga di Dusun Raiy dimana jalan utama ada 1 titik dengan ketinggian air sekitar 45 cm, jalan poros sekitar Mesjid Baabul Fathanah 35 cm, Jalan. H. Nasri kedalam air 60 cm. Serta dihalaman beberapa rumah warga sekitar 10 – 40 cm sedangkan rumah terdampak banjir ada 12 buah dengan ketinggian air dalam rumah 10 – 20 cm.
“Pemukiman warga Dusun Martalaya Jalan poros terendam nihil, halaman rumah warga 3 buah rumah, sedangkan untuk rumah terdampak ada 3 buah dengan ketinggian air dalam rumah sekitar 15 cm. Pemukiman warga Dusun Raja untuk Jalan Gang ketinggian air sekitar 35 cm, halaman rumah warga sekitar 25 cm sedangkan untuk rumah terdampak ada 5 buah,” sambung Kapolsek.
Selanjutnya untuk wilayah pemukiman warga di Dusun Hilir Tengah II sebagian jalan gang Teratai dan sekitarnya terendam air dengan ketinggian sekitar 10- 60 Cm, sedangkan halaman beberapa rumah warga sekitar 10 – 60 cm.
Kapolsek memaparkan untuk pemukiman warga di Dusun Sri Bernian sebagian Jalan Gang Steher, Gang Nekwan, Gang Melandak, Gang reformasi terendam air dengan ketinggian 10- 60 cm dengan kedalaman air halaman beberapa rumah warga sekitar 10 – 50 cm.
“Pemukiman Dusun Hilir tengah I jalan poros terendam nihil sedangkan halaman rumah warga terendam air dengan ketinggian air sekitar 10- 90 cm. Pemukiman warga di Dusun Keramat akses jalan menuju RT 24 terendam air dengan ketinggian 60 cm sedangkan halaman rumah warga sekitar 10-60 cm,” ungkap Kapolsek.
Sedang lanjut Kapolsek untuk pemukiman warga di Dusun Pulau Bendu sebagian jalan Gang Sekawan terendam Air dengan ketinggian air sekitar 10-60 cm dan halaman rumah warga terendam air dengan ketinggian air 50-60 cm.
“Menurut keterangan warga debit air sempat surut pada hari Sabtu (11/03) akan tetapi menjelang magrib air mengalami kenaikan secara perlahan. Semoga saja debit air sungai akan surut, dan berdoa untuk tidak turun hujan lagi di Kecamatan Kuala Behe, Kecamatan Air Besar, dan Kecamatan Menyuke, karena takutnya ada kiriman luapan air lagi,” pungkas Kapolsek (RED).



















