
LANDAK- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak menggelar rapat kerja bersama mitra kerja diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pehubungan dan Direktur RSUD Landak yang dilaksanakan di aula Kantor DPRD Landak, Senin (29/08/2022).
Rapat kerja tersebut dilaksanakan menindaklanjuti kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan truk dan pick up pengangkut 33 siswa-siswi SMP Negeri 1 Sengah Temila yang terjadi pada Kamis (25/08) lalu di Dusun Runut, Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.
Ketua Komisi C DPRD Landak Margareta dalam kesempatan itu mengucapkan rasa belasungkawanya terhadap para korban maupun keluarga korban yang ditinggalkan.
“Kita dari DPRD Kabupaten Landak sudah langsung mendatangi rumah duka pada hari Jum’at (26/08) lalu yang langsung diketuai oleh Ketua DPRD Landak bapak Heri Saman, dan kita juga sudah memberikan sedikit bantuan. Dan pada siang harinya kita juga langsung mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Landak,” papar Margareta.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil rapat bersama mitra kerja terkait tersebut diharapkan kedepan kepada OPD terkait bisa memperjuangkan dan memperhatikan mutu pelayanan pendidikan dan juga transportasi yang digunakan oleh murid-murid kedepannya.
“Kesimpulan dari pada hasil rapat kita pada hari ini yaitu kita disini tidak menarik kebelakang tapi kita mau melihat kedepannya bagaimana penanganan kita untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kita khususnya langsung pada OPD terkait bisa memperjuangkan atau memperhatikan lagi mutu dari pelayanan pendidikan maupun transportasi yang digunakan oleh murid-murid kedepannya,” sambung Margareta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Landak Gusti Agus Kurniawan mengatakan pada Tahun 2008 Dinas Perhubungan Kabupaten Landak pernah mendapat hibah dari Kementerian Perhubungan bis sekolah sebanyak 2 unit dan itu hanya mampu dikelola oleh Dishub selama satu tahun. Setelah 2009 bis tersebut off beroperasi dan setelah itu mobil tersebut dihibahkan kepada Koperasi Pegawai Negeri di Tahun 2019.
“Tahun 2013 kita juga mendapatkan bis sekolah dari Kementerian Daerah Tertinggal sebanyak 4 unit. Namun dalam pengelolaan kendaraan hibah tersebut untuk diibahkan ke Yayasan atau sekolah yang mengelola, jadi 4 unit kemaren sudah kita hibahkan kepada Kecamatan Menjalin 1 unit, Kecamatan Mempawah Hulu 1 unit, Yayasan Berkat Bagi Bangsa 1 unit dan Pak Kasih 1 unit. Namun dalam hal ini selama ini kita lihat kendaraan yang kita hibahkan tersebut tidak beroperasi lagi mungkin banyak factor. Salah satunya factor sosial terkait dengan angkutan umum yang mengangkut anak sekolah, ini protes ini salah satu menjadi factor kenapa itu stop dan juga mungkin terbentur biaya operasional,” papar Gusti Agus Kurniawan.
Ia menambahkan untuk langkah kongkrit yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Landak sejauh ini adalah dengan melakukan uji petik kendaraan, rump check, namun dalam hal ini masih menjadi dilema bersama dimana kendaraan barang seharusnya tidak boleh digunakan untuk mengangkut orang.
“Ini yang akan menjadi PR kami paling tidak kita bisa mengumpulkan pengusaha kendaraan untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi terhadap anak sekolah terkait keselamatan berlalu lintas yang aman selama 2 tahun ini kegiatan tersebut off dilakukan semenjak pandemic COVID-19, dan mudah-mudahan tahun depan bisa kita lakukan kembali,” paparnya.
Disisi lainnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Hery Mulyadi mengatakan saat ini total korban meninggal dunia akibat peristiwa naas tersebut berjumlah 4 orang, dimana 29 lainnya mengalami luka-luka yang sebagiannya masih menjalai perawatan di rumah sakit Sudarso Pontianak.
“Sekitar jam 12:40 WIB, kami mendapat informasi dari Anggota Komisi C DPRD Landak Maraga Satrio Arjuna. Beliau share (kirim) video tentang kecelakaan anak-anak ini, kami kaget juga melihat situasi yang ternyata sangat parah. Setelah itu kami koordinasi di kantor rencana kita akan langsung turun ke lokasi kejadian, begitu siap-siap kami mendapat informasi bahwa anak-anak yang kecelakaan ini banyak juga yang dirujuk di RSUD Landak. Dan saya juga menugaskan Kepala Sekolah SMPN 01 Sengah Temila untuo memantau anak-anak yang masih dirawat di Puskesmas Senakin,”ujar Hery.
Ia mengatakan saat membesuk korban kecelakaan Pj Bupati Landak memerintahkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan untuk memantau perkembangan korban. Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah SMPN 01 Sengah Temila membuka open donasi bagi korban kecelakaan lakalantas.
“Saat kami membesuk anak-anak (korban kecelakaan lakalantas) Bapak Pj. Bupati Landak memerintahkan kepada kami untuk memantau perkembangan dari korban kecelakaan lakalantas ini. Dan kami selalu memantau kondisi mereka. Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) juga menugaskan kami untuk mengawasi ini. Apakah korban kecelakaan lakalantas ini mendapat santunan dari Jasa Raharja atau tidak, dan korban mendapat santunan dari Jasa Raharja,” pungkasnya (RED).


















