LANDAK – Bacalon Bupati Landak periode 2025-2030 yang juga pengusaha muda asal Kecamatan Sebangki Yulius Aho melakukan blusukan di pasar Ngabang, Kamis (04/04/2024).

Dalam blusukan yang dilakukan Bacalon Bupati Landak Yulius Aho, turut melakukan dialog bersama sejumlah pedang sembali membeli sejumlah barang dagangan para pedagang di pasar Ngabang.

Blusukan yang dilakukan Bacalon Bupati Landak ini disambut antusias para pedagang. Sebab kedatangan Yulius Aho membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Selain blusukan di pasar Ngabang, Aho juga menyempatkan diri bertemu masyarakat di salah satu warung kopi di pasar Ngabang guna melakukan dialog bersama sejumlah masyarakat.

“Memang sebagai warga wajib kita mengetahui harga dan sumber sayur itu datang dari mana,” ungkap Yulius Aho.

Yulius Aho dalam dialognya bersama beberapa pedagang mengatakan bahwa sayur-sayur yang dijual pedagang sejauh ini sebagian masih banyak berasal dari luar Kabupaten Landak. Karna itu, ia mengatakan jika dirinya dipercayakan oleh masyarakat duduk sebagai Bupati Landak maka salah satu programnya adalah pemberdayaan para petani di Kabupaten Landak.

“Kita Landak ini kan kaya ya, artinya semua kita memenuhi disini untuk petani, harusnya memang sayur-sayur ini tidak perlu lagi datang dari luar seperti Pontianak atau daerah lainnya. Kita Landak sendiri bisa menghasilkan sayur lebih baik, nanti lewat Dinas Pertanian harus kita galakan dibidang pertanian,” sambung Aho.

Aho menilai bahwa pemberdayaan para petani di Kabupaten Landak sendiri melalui Dinas Petanian yang ada sudah cukup baik, namun kedepan menurutnya perlu ditingkatkan untuk jauh lebih baik.

“Kalau saya melihat barang kali sudah cukup baik, tetapi nanti akan kita tingkatkan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Yulius Aho mengatakan bahwa program blusukan ke lapangan nantinya akan menjadi program rutin dirinya jika dipecaya oleh masyarakat memimpin Landak lima tahun mendatang, mengingat menurut dirinya seorang pemimpin haruslah rajin-rajin turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung.

“Jadi seorang pemimpin itu harus sering turun ke lapangan, seorang pemimpin tidak boleh terlalu banyak di kantor, dia harus menyerap semua aspirasi masyarakat dari bawa sampai tingkat menengah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Aho berharap melalui blusukan yang dilakukannya ini, masyarakat lebih mengenal dirinya serta ia juga bisa mendengar apa yang menjadi kesulitan di masyarakat.

“Harapan saya masyarakat lebih mengenal siapa Yulius Aho, dan kita wajib mau jadi kepala daerah harus mengetahui dari segi apapun,” pungkasnya (SABAT).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini