LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan percepatan penanganan stunting menjadi fokus utama dalam Lokakarya Mini (Lokmin) di Puskesmas Mandor, Rabu (10/9/2025).
“Isu stunting menjadi perhatian utama, selain pembahasan mengenai rujukan pasien, rabies, dan masalah kesehatan lainnya. Saya harap desa bisa bersinergi agar pemberian makanan tambahan tepat sasaran,” ujar Karolin.
Ia juga mendorong seluruh desa di Kecamatan Mandor segera mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF) untuk mendukung kesehatan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Landak, lanjutnya, akan membangun pusat pemulihan gizi khusus balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang.
“Balita yang bermasalah gizi akan ditangani dokter spesialis dan ahli gizi selama 30 hari. Ibunya juga akan dilatih menyiapkan makanan sehat. Harapannya ini menjadi intervensi khusus untuk menekan angka stunting di Landak,” jelas Karolin.
Usai Lokmin, Bupati Karolin menutup kunjungan kerjanya di Kecamatan Mandor dengan meninjau Kebun Jagung di Desa Kerohok sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat desa (RED).



















