Anggota Kepolisian Polsek Menyuke saat melakukan olah TKP pencurian di Gereja Katolik Santo Damianus yang berada di Dusun Songga, Desa Songga, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak

MENYUKE- Gereja Katolik Santo Damianus yang berada di Dusun Songga, Desa Songga, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak disatroni pencuri.

Kejadian pencurian tersebut baru diketahui pada Selasa (28/6) sekitar pukul 15.00 WIB saat saksi mata kejadian Maes dan Rina Hendriana saat itu baru pulang dari ladang. Dimana ditengah perjalanan kedua saksi mata melihat jendela samping gereja tersebut terbuka.

Melihat hal tersebut Maes pun langsung memberi tahukan kejadian tersebut kepada anaknya Herianto untuk masuk kedalam gereja guna mengecek barang-barang inventaris milik gereja. Setelah dilakukan pengecekan Heriono melihat satu buah sound system yang digantung diatas plafon sudah hilang

“Setelah itu saksi melihat pintu kamar ganti liturgi sudah terbuka. Setelah itu saksi masuk ke ruangan kamar ganti liturgi dan tidak ada melihat 1 buah ampli warna hitam merk kenwud yang disimpang didalam ruangan kamar ganti liturgi sudah hilang, atas kejadian tersebut saksi memberi tahuan kejadian tersebut kepada ketua umat gereja saudara Guido Binanjar melalui via telpon, setelah itu Guido Binanjar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menyuke guna di tindak lanjuti,” papar Kapolsek Menyuke Ipda Hendra Setyawan

Mendapati laporan tersebut, anggota Polisi dari Polsek Menyuke pun langsung mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan perihal kasus pencurian tersebut.

“Dari hasil yang didapati anggota di lapangan bahwa kunci jendela samping gereja tersebut dalam kondisi rusak. Sedangkan pintu kamar ganti liturgi gereja tersebut juga dengan kondisi rusak,” sambung Kapolsek.

Diduga para pelaku masuk kedalam gedung gereja melalui jendela samping gereja dengan cara merusak kunci jendela tersebut.

“Adapun barang yang hilang milik Gereja Katholik Santo Damianus Songga adalah satu buah ampli warna hitam merk Kenwud dan satu buah sound system merk Kenwud dengan nilai kerugian sekitar Rp. 7.000.000,” papar Kapolsek.

Kapolsek mengatakan saat kejadian tersebut terjadi tidak ada satupun petugas khusus yang menjaga gereja dimana saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian tersebut (Sab).

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini