LANDAK– Pemerintah Kabupaten Landak resmi melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat Tahun 2026.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menekankan bahwa keikutsertaan kontingen Kabupaten Landak tidak sekadar berfokus pada hasil instan atau perburuan medali, melainkan sebagai pijakan pembinaan atlet jangka panjang.

“Target kami ke depan sebenarnya tidak dalam jangka pendek. Target Pemda Landak kali ini tentunya adalah bagaimana bisa melakukan pembinaan jangka panjang,” ujar Karolin, Jumat (6/11/2026).

Karolin menjelaskan, Porprov XIV Kalbar dimanfaatkan sebagai sarana pemetaan potensi atlet lokal putra daerah agar pembinaan olahraga di Kabupaten Landak dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Jadi bagi kami, Porprov XIV ini adalah sasaran antara, di mana kami bisa memetakan sebenarnya potensi atlet kita itu di cabor mana, kemudian apa yang harus kita lakukan untuk pembinaan ke depan,” tutur Karolin.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah dan KONI Kabupaten Landak sepakat untuk memprioritaskan atlet binaan asli daerah.

“Target di Porprov yang terbaik aja. Hal ini akan menjadi catatan penting bagi KONI Kabupaten Landak, karena kami akan mengutamakan atlet daerah dan tidak hanya semata mengejar medali,” kata Karolin yang juga Ketua KONI Kabupaten Landak.

Mengenai apresiasi bagi para atlet yang berhasil menyumbang medali, Karolin memastikan pemerintah daerah akan menyiapkan bonus, meski nominal resminya masih menunggu penyelesaian pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama DPRD Kabupaten Landak.

“Pembahasan APBD kan sedang berlangsung. Nah, tapi tentu akan kita sediakan bonus untuk para atlet sehingga mereka juga punya semangat,” jelas Karolin.

Dalam perhelatan kali ini, skema
pengelolaan keuangan kontingen juga mengalami perubahan signifikan demi meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi. Karolin mengungkapkan bahwa pembiayaan kegiatan kini disalurkan langsung ke masing-masing pengurus cabang olahraga (cabor).

“Kepengurusan KONI mengambil langkah yang agak berbeda untuk pembiayaan, kami langsung mentransfer uang atau biaya dari kegiatan tiap cabor kepada cabornya, sehingga agar tiap cabor mempersiapkan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Karolin.

Terkait peluang para atlet berprestasi
untuk masuk ke jenjang kepolisian, TNI, maupun ASN, Karolin menjelaskan bahwa kelulusan institusi TNI/Polri berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Namun untuk ASN, pemerintah pusat memang menyediakan alokasi formasi khusus atlet, meski para calon tetap wajib mengikuti tahapan seleksi resmi.

Berdasarkan laporan resmi Ketua Kontingen Kabupaten Landak, Yulianus Edo Natalaga, kepesertaan ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bupati Landak Nomor 371/DISBUDPORAPAR/TAHUN 2026.

“Kabupaten Landak menurunkan total kontingen sebanyak 500 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 377 atlet, 93 ofisial dan pelatih, serta 30 panitia yang siap bersaing pada 31 cabang olahraga,” tuturnya.

Target utama yang diusung oleh kontingen Kabupaten Landak dalam ajang ini adalah mampu mempertahankan posisi di peringkat 4 besar se-Kalimantan Barat.

Sumber pendanaan kontingen berasal dari Dana Hibah APBD Kabupaten Landak serta bantuan donatur yang tidak mengikat. Selain itu, kontingen turut didukung oleh fasilitas jaminan kerja sama dari BPJS Ketenagakerjaan Pontianak dan PT Pos Indonesia (Persero) KCP Ngabang.

Rangkaian pertandingan Porprov XIV Kalbar 2026 dilaksanakan tersebar di delapan kabupaten/kota, yaitu Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sekadau, Sanggau, dan Ketapang. Meski beberapa cabor telah mulai bertanding sejak 1 November 2026, pembukaan resmi berlangsung pada 14 November 2026 dan akan ditutup pada 21 November 2026 di Ketapang.

Hingga saat ini, perolehan medali sementara untuk Kabupaten Landak tercatat telah mengumpulkan 3 medali emas, 3 medali perak, dan 8 medali perunggu (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini