LANDAK — Koramil 1210-04/Sengah Temila meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Landak. Langkah tersebut dilakukan setelah terdeteksi satu titik panas (hotspot) dengan klasifikasi sedang di Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, satu titik hotspot terdeteksi di wilayah Desa Sebangki dengan klasifikasi sedang (medium). Titik tersebut diperkirakan berada di area lahan seluas sekitar 0,9 hektare.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Koramil 1210-04/Sengah Temila bersama unsur terkait meningkatkan pemantauan dan melaksanakan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

Ground checking terhadap lokasi hotspot juga dijadwalkan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Dalam kegiatan tersebut, tiga personel TNI dan dua relawan turut dilibatkan. Selain pemantauan, personel juga melakukan langkah preventif melalui patroli serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari deteksi dini dan kesiapsiagaan untuk mencegah potensi Karhutla berkembang dan meluas. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo menegaskan, setiap temuan hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan langkah cepat dan terukur untuk mencegah potensi kebakaran meluas.

“Kami terus menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan patroli, deteksi dini dan pemantauan terhadap wilayah yang rawan Karhutla. Setiap informasi mengenai hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan agar kondisi dapat diketahui secara pasti dan penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” tegas Doni.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, relawan, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla, khususnya di tengah meningkatnya potensi kebakaran di wilayah rawan (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini