LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti tingginya angka stunting serta kebiasaan jajan sembarangan pada anak-anak yang berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Peringatan tegas ini disampaikan Karolin saat menghadiri kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Sompak, Kabupaten Landak, Selasa, (07/07/ 2026).
Karolin menjelaskan bahwa menjaga kesehatan anak tidak hanya selesai pada urusan kebersihan fisik seperti sirkumsisi (sunat), melainkan sangat bergantung pada asupan gizi sehari-hari. Ia mengaku sangat prihatin melihat kebiasaan orangtua yang kerap memberikan makanan instan dan jajanan cepat saji yang minim nilai gizi kepada anak-anaknya.
“Kenapa Ibu Bupati cerewet soal makan? Karena makan ini menentukan kualitas manusia. Mau jadi manusia apa dia, manusia berkualitas atau tidak, tergantung apa yang dimakan,” tegas Karolin di hadapan warga dan tokoh masyarakat Kecamatan Sompak.
Bupati Landak itu membeberkan, tingginya angka stunting di Sompak yang mencapai 12 persen salah satunya disebabkan oleh pemahaman gizi yang keliru sejak bayi. Ia mengkritik kebiasaan memberi bayi makanan padat sebelum waktunya, hingga kurangnya asupan protein saat anak mulai masuk fase MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Karolin pun meminta orangtua untuk berhenti memberikan makanan olahan seperti sosis dan nugget, serta mengurang jajanan sekolah yang tinggi gula dan garam. Menurutnya, sumber protein lokal seperti telur, sayur pakis, hingga siput atau keong mas yang banyak terdapat di sawah jauh lebih sehat dan murah.
“Lebih baik kasih dia telur rebus daripada dia makan cilok. Lebih baik kasih dia telur goreng daripada dia minum soda atau pop ice,” imbau Karolin.
Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan asin sejak kecil dapat berakibat fatal. Ia mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa unit cuci darah di Rumah Sakit Landak kini mulai banyak menangani pasien usia muda yang terkena gagal ginjal.
“Masih muda-muda sudah harus cuci darah. Kenapa? Ya karena kebiasaan hidup, makan terlalu asin karena jajanan, makan terlalu manis karena jajanan,” paparnya.
Selain masalah gizi, kehadiran Karolin juga dimanfaatkan untukM mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas umum yang dibangun pemerintah, khususnya Puskesmas Sompak. Ia mengimbau warga agar tidak merusak fasilitas medis ketika tersulut emosi atau merasa kurang puas dengan pelayanan.
“Tolong ya Bapak Ibu dijaga fasilitas kita bersama. Kita perlu tempat ini, mau melahirkan, bawa anak demam. Kalau ada pelayanan yang kurang baik, sampaikan. Jangan dikit-dikit dirusak. Ini kan pakai uang pemerintah, uang masyarakat, yang pakai ramai-ramai,” pungkas Karolin.
Di akhir kegiatan, Karolin juga memberikan semangat kepada para Kepala Desa dan perangkat pemerintahan setempat untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi warga, meskipun saat ini desa tengah menghadapi keterbatasan anggaran pembangunan fisik (RED).



















