LANDAK – Bupati Landak, Karolin, meresmikan gedung hasil revitalisasi SMP Negeri 3 Sompak, Kabupaten Landak. Dalam kesempatan tersebut, Karolin tidak hanya meresmikan bangunan fisik, tetapi juga memberikan pesan tegas dan motivasi kepada para tenaga pendidik agar terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Anggota DPRD Dapil 3, Forkopimcam Sompak, serta para kepala desa dan kepala sekolah setempat, pada Selasa (07/07/2026).

Gedung yang diresmikan meliputi ruang administrasi, ruang kelas baru, laboratorium, ruang UKS, hingga fasilitas toilet.

Di hadapan para guru dan tamu undangan, Karolin mengungkapkan bahwa fasilitas baru ini didapatkan melalui perjuangan keras pemerintah daerah dalam meyakinkan pemerintah pusat, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran.

“Intinya, untuk mendapatkan program pembangunan yang hari ini kita resmikan, bukan dengan duduk-duduk saja, tapi pakai usaha dan upaya. Oleh karena itu, tolong dijaga, dipelihara, dimaksimalkan, dan digunakan untuk kepentingan anak-anak kita,” tegas Karolin.

Karolin menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Landak yang saat ini berada di angka 69,92, masih tertinggal dari rata-rata provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 72,09. Ia meminta agar para tenaga pengajar yang terdiri dari guru PNS, PPPK, hingga guru honorer untuk bekerja lebih optimal dan tidak menjadikan fasilitas sebagai alasan menurunnya kualitas pendidikan. Karolin juga menyentil kedisiplinan para tenaga pengajar di lapangan.

“Jangan bilang kurang terus. Ya kurang kalau enggak pernah masuk. Atau mau pakai gantian? Enggak. Jadi, Ibu-ibu, Bapak-bapak guru sekalian, optimalkan yang ada,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Landak ini juga mengingatkan bahwa siswa yang dihadapi saat ini adalah Generasi Alpha yang sangat akrab dengan gawai dan teknologi. Oleh karena itu, ia menuntut para guru untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan melek teknologi, mulai dari penerapan kurikulum baru hingga sistem pengajaran berbasis daring.

“Dunia berkembang dengan cepat, anak-anak berkembang dengan cepat, jangan kita ketinggalan sebagai tenaga pengajar. Jangan mengeluh dengan berbagai teknologi dan perkembangan dunia, ikuti saja perkembangannya,” kata Karolin.

Ia bahkan secara spesifik meminta para guru untuk mengurangi kebiasaan menggunakan aplikasi hiburan secara berlebihan saat jam kerja dan lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku agar bisa menjadi sumber inspirasi bagi siswanya.

Karolin menyadari bahwa rata-rata masa lama sekolah masyarakat di Kabupaten Landak baru mencapai 7,5 tahun. Hal ini berarti, sebagian besar orang tua siswa mungkin tidak mengenyam pendidikan hingga tamat SMP. Kondisi ini menempatkan guru sebagai satu-satunya role model atau panutan utama bagi anak-anak di sekolah.

“Bapak/Ibu harus menjadi sosok yang kuat di sekolah. Role model adalah Bapak/Ibu gurunya di sekolah. Bapak/Ibu gurunya rapi, bersih, disiplin. Mereka adalah umur-umur meng-copy, dan mereka akan meng-copy kalau Bapak dan Ibu mampu memberikan teladan,” pesannya.

Karolin juga menitikberatkan pada kebiasaan hidup bersih, khususnya dalam merawat fasilitas toilet yang baru dibangun. Ia berharap agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat mulai ditanamkan dari sekolah untuk merubah pola pikir masyarakat luas.

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap SMP Negeri 3 Sompak dapat menjadi tempat lahirnya generasi cerdas, berkarakter, serta mampu membawa kemajuan bagi daerah (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini