LANDAK – Kelompok Tani Engkadu Batuah memamfaatkan kolam alami di wilayah Desa Engkadu sebagai media untuk membudidayakan ikan air tawar jenis lele hingga nila.

Kolam yang terbentuk secara alami yang letaknya berada di sekitar perkampungan dan Kantor Desa Engkadu ini, disulap menjadi tambak ikan oleh para warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Engkadu Betuah.

Kepala Desa Engkadu Andirius menjelaskan pihaknya bersama kelompok tani desa setempat mulai memamfaatkan danau alami tersebut untuk budidaya ikan air tawar dimulai pada Tahun 2024 dimana ikan yang dibudidayakan di danau tersebut terdiri dari 12 ribu ikan lele yang merupakan bantuan dari desa melalui program ketahanan pangan dan 5000 ikan nila yang merupakan bantuan dari pemerintah daerah.

“Dikolam ini selain ada ikan lele jumbo ada juga ikan toman kemarin kami sudah beli juga sekitar ada 500an kita coba dan untuk sekarang pengelolaannya masih tergabung dalam kelompok tani Engkadu Batuah,” jelas Andirius.

Andirius mengatakan untuk di Kabupaten Landak sendiri, potensi ikan masih mengandalkan ikan air tawar, mengingat potensi Kabupaten Landak wilayahnya jauh dari laut sehingga hal ini sebagai salah satu langkah untuk mendorong pemamfaatan budidaya ikan air tawar untuk memenuhi peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat.

“Kalau untuk anggota kelompok ada 10 orang, terkait penyediaan bibit kemarin kami dari desa memberikan bantuan berupa bibit ikan lele dan juga pakannya, sementara dilain pihak Pemerintah Kabuapten Landak melalui Dinas Pertanian dan Perikanan dan Ketahanan Pangan juga memberikan bantuan berupa bibit ikan nila dan pakan,” sambungnya.

Sementara terkait kendala dalam pemamfaatan kolam alami tersebut dikatakan Andirius masih tekendala dalam sistem pengelolaan karena belum terlalu mendalami terkait budidaya perikanan tersebut, sehingga diperlukan bimbingan teknik secara khusus.

“Karena keahlian dibidang perikanan ini kami belum begitu mendalam, sehingga membutuhkan semacam latihan dan pendidikan bagaimana pengelolaan ikan dan pemeliharaan ikan dengan baik,” sambungnya.

Dengan adanya kolam percontohan tersebut, kedepan Andirius berharap agar kedepan banyak masyarakat yang tertarik untuk pengelolaan kolam ikan, dimana pihaknya dari desa akan berupaya dalam mendorong dengan memberikan bantuan baik berupa bibit maupun pakan.

“Ini hanya sementara untuk contoh dulu, jika ada niat dari masyarakat tertarik dalam sistem pengelolaan ikan air tawar kami juga mempersilahkan untuk membentuk kelompok dan silahkan membudidayakan ikan secara kelompok dan mandiri,” pungkasnya (SABAT).

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini