LANDAK – Pj Bupati Landak Samuel yang diwakili Asisten Administrasi Umun Sekda Landak Theresia Limawardani membuka kegiatan bimbingan teknis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bagi Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Desa se- Kabupaten Landak yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati Landak, Kamis (19/01/2023).

Dalam sambutannya Theresia mengatakan bahwa saat ini dilapangan penyaluran bantuan ada beberapa yang masih belum tepat sasaran.

“Saat ini kendala dilapangan adalah bantuan yang disalurkan ada beberapa yang kurang tepat sasasaran, agar kita pemutakhiran data lebih tepat sasaran, mari kita bersama-sama melakukan pemutakhiran Data DTKS di seluruh Desa,” ujar Theresia.

Dirinya juga kembali mengingatkan agar musyawarah desa harus dilakukan dengan sebenar-benarnya. Karena desa dalam melakukan musyawarah desa untuk menentukan usulan DTKS dan usulan Bansos harus di lakukan dengan sebenar-benarnya.

“Demikian juga dengan perangkat desa, untuk memasukan data-data ke DTKS harus pertimbangan musyawarah desa terlebih dahulu. Jangan sampai karena masyarakat memaksa untuk dimasukan DTKS tanpa pertimbangan musdes semua masyarakat di masukan datanya ke DTKS dan diusulkan bansos, jika makin banyak masyarakat yang masuk DTKS dan mendapat bansos berarti makin bertambah masyarakat miskin di Kabupaten Landak. Hal ini tentunya bertentangan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bupati yaitu menurunkan angka kemiskinan Kabupaten Landak,” sambung Theresia.

Selanjutnya ia juga berpesan kepada para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan bimtek dengan baik.

“Saya berharap para peserta pertemuan dapat mengikuti penjelasan secara teknis dari dinas sosial pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana Kabupaten Landak untuk pelaksanaan pemuthakiran data terpadu kesejahteraan sosial di masing-masing desa dengan baik,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Landak Paolip dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Dinsos sendir siap membantu permasalahan di desa.

“Jika ada masalah di masing-masing desa dapat kita share bersama dan dapat datang di kantor karna kami siap membantu,” pungkas Paolip (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini