
NGABANG- Masyarakat di tiga Kabupaten di Kalimantan Barat mencakup Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya melaksanakan ritual adat Balala’ yang dilaksanakan sejak Jum’at (27/5) pukul 18.00 WIB dan akan dibuka kembali pada Sabtu (28/5) pukul 18.00 WIB.
Dari pantauan di lapangan, selama berlangsungnya ritual adat tersebut, sejumlah jalan protokol yang sebelumnya selalu ramai dipadati masyarakat dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari tanpak lengang dari aktivitas kendaraan, bahkan sejumlah toko serta pusat perbelanjaan di seputar Kota Ngabang tampak tutup untuk menghormati ritual adat yang dilaksanakan.

Ritual adat Balala’ sendiri berdasarkan hasil kesepakatan Bahaupm pada acara naik dango ke XXXVII yang dilaksanakan di Rumah Radank Aya Landak beberapa waktu lalu.
Dimana dalam ritual adat tersebut, seluruh masyarakat diminta untuk dapat mematuhi sejumlah aturan yang ada didalamnya, diantaranya Balala Tamakng tidak boleh keluar atau berpergian, tidak boleh menebang kayu, tidak boleh membunuh hewan, dan tidak boleh menerima tamu terutama dari luar kampung atau binua.
“Adapun pelaksanakaan Balala’ Tamakng akan dilaksanakan pada Jum’at (27/5) pukul 18.00 WIB sampai pada Sabtu (28/5) pukul 18.00 WIB itu sudah buka pantang, setelah itu baru diperbolahkan beraktivitas seperti bertamu dan lain sebagainya,” jelas Timanggong Binua Ayo Tengah Paulus.
Sementara itu, untuk memastikan situasi kamtibmas selama pelaksanaan ibadah Balala’ dilaksanakan tetap berjalan aman dan kondusif. Unit Patroli Polsek Ngabang dipimpin langsung oleh Aipda Hemdani pun melakukan pemantauan situasi pada saat dilaksanakannya ritual adat Balala’ di wilayah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Sabtu (28/5/2022).
Aipda Hemandi mengatakan dari hasil pemantauan yang dilakukan, hingga pukul 12.00 WIB siang sejumlah pusat perbelanjaan seperti pasar serta jalan-jalan protokol masih terpantau lengang tanpa adanya aktivitas masyarakat yang keluar rumah.

“Hanya kantor Koramil dan Polsek dan Puskesmas serta rumah sakit yang buka karena instansi tersebut adalah pelayan masyarakat yang siaga, bahkan Perbankkan dan SPBU pun ikut tutup,” papar Hamdani.
Sementara itu, Kapolsek Ngabang Kompol Pesta Tampubolon mengatakan bahwa ritual adat Balala’ merupakan ritual adat yang religius, karena bertujuan mengajak orang untuk melakukan introspeksi dan merenungkan kembali segala yang telah dibuat demi kebaikan di hari depan.

“Didalam kegiatan ini juga ada unsur tolak bala yang fungsinya meredam kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kehidupan manusia dan diyakini bisa menjauhkan segala bentuk malapetaka serta marabahaya. Sehingga masyarakat ikut andil dan mengikuti semua aturan dalam pelaksanaan Balala’ ini,” pungkas Kapolsek Ngabang (Red).


















