LANDAK- Menyikapi kelanggkaan minyak goreng yang terjadi di sejumlah pasar tradisional hingga swalayan dan toko-toko di seputar wilayah Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menangah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak terus melakukan monitoring di lapangan untuk mengantisipasi permainan harga hingga penimbunan yang dilakukan oknum pedagang.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menangah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak Rosalia Elisabet mengatakan dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya, beberapa swalayan maupun toko-toko masih menjual minyak gorenbg namun dengan stok lama.
“Kita sudah berusaha melakukan monitoring langsung ke pasar moderen disana memang kosong. Katanya distributor tidak ada menyetok untuk mereka. Jadi kita memantau terus tetapi mereka selalu mengatakan masih ada minyak goreng tapi stok lama,” jelas Rosalia Elisabet, Kamis (10/3/2022).
Ia mengatkan sulitnya masyarakat memperoleh minyak goreng tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Landak saja, tetapi merata terjadi hampir disejumlah daerah di Indonesia.
Karna itu dirinya meminta agar para agen maupun pedagang tidak memamfaatkan situasi yang ada dengan melakukan penimbunan serta menjual dengan harga yang tinggi yang dikhawatirkan akan memberatkan para konsumen.
“Hampir menyeluruh terjadinya kelangkaan pada minyak goreng ini, bukan hanya di Kabupaten Landak saja tetapi di Kalimantan Barat khususnya untuk minyak goreng dikatakan agak langka, tapi kita masih bisa mendapatkan itu tapi kembali lagi ke harga semula dimana kemarin kita diintruksikan oleh Kementerian perdagangan itu Rp. 14.000 tetapi di Landak hanya bertahan 2 mingguan, tapi kembali lagi harganya menjadi Rp 22.000 perliternya,” sambung Rosalia Elisabet.
Rosalia Elisabet menambahkan terhadap para agen maupun pedagang yang kedapatan melakukan penimbunan minyak goreng dirinya memastikan hal tersebut akan dilakukan proses hukum lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Kalau ada penimbunan yang dilakukan oknum itu sudah masuk ke ranah hukum, jika terjadi penimbunan harus ditindaklanjuti. Jadi untuk pedagang kami minta kalau memang ada stok jangan ditimbun jadi segera di jual dengan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat,” paparnya.
Selanjutnya Rosalia Elisabet mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyurati salah satu perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Landak untuk menggelar pasar murah menjelang perayaan bulan Suci Ramadan mendatang dengan harapan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.
“Mendekati hari ramadan dan lebaran nanti kita minta tolong sama pihak Wilmar minta mereka membantu kita menyiapkan untuk pasar murah. Kemarin kita sudah menyurati mereka, mereka juga sudah bersedia mungkin tidak banyak, mungkin sekitar 1.400 liter saja,” pungkas Rosalia (Sab).



















