BENGKAYANG- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Bengkayang mengutuk aksi bejat yang dilakukan oknum guru honorer yang tega mencabuli muridnya sendiri yang masih duduk dibangku kelas XI disalah satu SMA Swasta di Kabupaten Bengkayang

Ketua cabang GMKI Bengkayang Kristen Ret turut menyesalkan aksi bejat tersebut yang seharusnya menurut ia tidak pantas dilakukan oleh guru.

“Memprihatikan dan miris sekali pelaku yang berinisial LPS, selain guru honorer dan guru kontrak, pelaku juga Ketua dari salah satu OKP terkemuka di Kabupaten Bengkayang serta staf salah satu partai terbesar di Indonesia,  termasuk orang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat di Bengkayang namun justru melakukan hal yang tidak terpuji,” ungkap Kristen Ret.

Menurut dirinya sosok LPS seharusnya dapat memberikan figure serta panutan dan teladan yang baik bukan menjadi batu sandungan.

“Sesuai peraturan perundangan ini  kasus yang perlu ditangani lebih serius karena sudah melanggar UUD Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, merusak nilai moral, etika anak muridnya sendiri.
Jika dilihat dari modus pelaku sosok yang berinisial LPS ke korban M juga  menjanjikan  akan menikahi korban, belum lagi diketahui aksi yang dilakukan oleh LPS ini sudah yang keberapa kali namun kiranya kedoknya segera dibongkar oleh pihak yang berwajib,” sambung Kristen.

Dirinya berharap agar kasus persetubuhan anak bawah umur dapat ditindak lebih tegas sehingga kasus serupa kedepan tidak kembali terjadi.

“Seharusnya menjadi figur baik namun karena nafsu birahi tak bisa dikontrol sehingga merusak salah satu dari generasi penerus bangsa, hal ini tidak menunjukan keprofesionalalitasnya, dan menjadi luka, pukulan  bagi instansi-instansi tempat ia bekerja, organisasi bahkan masyarakat yang ada di  Kabupaten Bengkayang,” tegas Kristen.

Kristen menjelaskan juga kasus serupa pernah terjadi  di Kabupaten Bengkayang yang hampir serupa namun tak sama setahun silam, menurutnya betapa mirisnya .

“Hal ini juga akan dijadikan bahan evaluasi bagi kita semua terkhusus tenaga pendidik, yang hampir setiap hari kontak langsung dengan para didikannya dan tidak hanya itu saja bahkan bagi kita semua,” pungkasnya (Robin).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini