LANDAK – K (36) seorang pria warga yang merupakan warga Desa Merayuh, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya di Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kamis (07/03/2024).
Saksi mata kejadian, Penti yang juga merupakan istri korban menuturkan bahwa dirinya tidak menyangka bahwa korban yang merupakan suaminya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sebab ia mengatakan dirinya bersama korban sempat mengobrol berdua sebelum ia dan kedua anaknya masuk kedalam kamar depan untuk beristrirahat.
“Sempat kami mengobrol berdua sebelum korban masuk ke kamar belakang dan saya beserta kedua anak saya masuk ke kamar depan untuk istiraha,” jelasnya.
Kejadian korban nekat mengakhiri hidupnya ini baru diketahui saat rekan kerja korban datang kerumah untuk menjemput korban pergi bekerja
“Dese (teman korban) meminta saya untuk membangunkan korban supaya bersama-sama berangkat kerja. Selanjutnya saya membuka pintu kamar bagian belakang yang terkunci dari dalam dengan cara membuka kunci pintu yang terbuat dari balok kecil melalui celah ventilasi kamar.
Begitu pintu kamar terbuka saya melihat melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali nilon putih belang,” sambung istri korban.
Sementara itu, Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan, melalui Kapolsek Ngabang AKP Prambudi mengatakan dari hasil olah TKP sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasat korban
“Ini murni bunuh diri, dikarenakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban,” ucapnya.
Pramudi menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari istri dari korban bahwa korban sudah dua kali mencoba melakukan aksi gantung diri akan tetapi gagal dikarenakan ketahuan oleh anak dan istri korban.
“Bahwa korban mengalami sakit diabetes yang tidak kunjung sembuh yang mungkin itu menjadi salah satu penyebab korban mengalami depresi” pungkasnya (RED).



















