KETAPANG- Forum Masyarakat Lingkungan Alam Lestari (Formad Lingkar) Ketapang mengadakan rapat konsolidasi petunjuk teknis pemantauan berbasis masyarakat lahan gambut untuk pencegahan karhutla diempat desa, mencakup Desa Sungai Pelang, Desa Sungai Besar, Desa Sungai Bakau, dan Deda Pematang Gadung Ketapang, Selasa (30/01/2024).

Rapat Konsolidasi tersebut dihadiri oleh Bappeda Ketapang, BMKG Ketapang, BPBD Ketapang, Manggala Agni Ketapang, Camat Kecamatan Matan Hilir Selatan, Babinsa Sui Bakau, Babinkamtibmas Sui Bakau, Kepala Desa Sui Pelang, Sui Besar, Sui Bakau dan Pematang Gadung, Dinas Perkim LH Ketapang, Tropembos Indonesia, Ketua LPHD, Ketua MPA dan Pleton Desa, dan pemantau Sapu Jagat.

Ketua Formad Lingkar, Suandi MS mengatakan bahwa rapat tersebut merupakan kegiatan dalam rangka konsolidasi empat desa wilayah kerhutla tanah gambut dibidang mitigasi dan dan pemantauan gambut sesuai dalam perencanaan APBDES Tahun 2024 yang terintegrasi dengan masterplan pencegahan Karhutla dan banjir.

“Jadi rapat ini merupakan kegiatan pencegahan Karhutla secara bersama-sama oleh seluruh instansi terkait penanganan bencana alam”, Kata Suandi.

Suandi mengungkapkan pada Tahun 2024 pihak Pemerintah Ketapang telah mendukung kegiatan pencegahan karhutla tersebut dengan menambah alokasi anggaran desa untuk menangani karthula di empat Desa di Matan Hilir Selatan.

“Untuk pencegahan Karhutla ini Pemda Ketapang telah memberikan tambahan alokasi sebesar 81 juta lebih untuk empat Desa yang rawan Karhutula,” ungkapnya.

“Anggaran ini nantinya akan diperuntukkan sepenuhnya untuk pencegahan dan penanganan Karthula, lanjutnya.

Suandi melanjutkan bahwa rapat ini juga menyampaikan hasil dari apa yang dilakukan oleh pemantau Sapu Jagat dalam melaksanakan tugas dari Tahun 2018 – 2023.

“Kami juga menampilkan hasil dan apa yang sudah dilakukan di tahun 2023 yang sampaikan oleh Ketua Sapu Jagat kepada seluruh instansi terkait,” imbuhnya.

“Dalam melaksanakan tugas dilapangan kami juga menggunakan aplikasi yakni SMART Patrol yang bertujuan untuk mendata tanah gambut yang rawan Karthula. Selain itu kami juga memasang alat untuk mendeteksi air yang di pasang di empat desa, pungkasnya.

Suandi berharap kepada seluruh Instansi terkait dapat bekerjasama agar di tahun 2024 tidak terjadi Karhutula seperti di Tahun 2023.

“Harapan saya kepada Pemda Ketapang selalu mensupport kami dari segala bidang, dan untuk masyarakat yang berada di Kecamatan MHS dapat menaati peraturan dan undang-undang yang berlaku dalam membuka lahan,” harapnya (Nadila/Agus).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini