LANDAK – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Landak menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polres Landak dalam menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS). Dukungan ini disampaikan dalam diskusi bersama Kapolres Landak, AKBP Siswo Dwi Nugroho, yang digelar pada Selasa (17/06/2025).

Diskusi tersebut melibatkan Aliansi Ormas Peduli Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, yang terdiri dari KAMABAY, P.O.B, AMAN Kabupaten Landak, BALA SERIBU, dan RINO (Pemuda Ngabang).

Aliansi ini menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah Polres dalam menanggulangi PETI, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di sepanjang aliran sungai dari wilayah Kota hingga Pak Mayam—lokasi yang sempat menjadi sorotan di media sosial.

Dalam pernyataan resminya, aliansi menyampaikan tiga poin penting diantaranya.

1. Aktivitas PETI melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

2. Tambang ilegal berpotensi menghambat pembangunan daerah, memicu konflik sosial, serta menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keamanan.

3. Kegiatan PETI merusak lingkungan, merambah hutan, dan mencemari sumber air, yang pada akhirnya mengancam produktivitas lahan pertanian dan perkebunan.

Kapolres AKBP Siswo Dwi Nugroho menyambut baik dukungan para ormas tersebut. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menertibkan PETI, mengingat masih ada masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada aktivitas tersebut.

“Kita harus bijak dalam menangani persoalan ini. Polres Landak siap bersinergi dengan ormas demi menjaga kelestarian aliran Sungai Landak,” ujar Kapolres.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya segera merumuskan langkah-langkah konkret guna memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dengan semangat kolaboratif antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan semakin meningkat demi masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem di Kabupaten Landak (RED).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini